-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pengacara: "Kasus Parit Enam Ada Dugaan Pemalsuan Tandatangan Surat Pernyataan"

Friday | March 05, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-03-05T07:01:50Z


Star7tv.online | Bangka Belitung - Pihak parit 6 melalui kuasa hukumnya M. Abdillah Armanegara. S.H. atau yang akrab di sapa Ma'i mengundang awak media Star7tv.online  ke kantornya.


Di jalan RE. Martadinata no 270 ,Jumat (05/03) untuk mengklarifikasi terkait lampiran pernyataan yang di lampirkan oleh pihak ormas Pemuda Pancasila dalam laporan pihak ormas PP beberapa waktu yang lalu ke polda Kepulauan bangka Belitung. Dalam pemberitaan laporan dugaan pencemaran nama baik yang di lapor kan oleh pihak ormas pp terhadap supandi dan cecep







kuasa Hukum dari pihak parit 6 hendak menyampaikan klarifikasi atas lampiran pernyataan yang di tanda tangani oleh pihak parit 6 tersebut.


" Pertama kali disini saya selaku kuasa Hukum dari pihak parit 6 hendak menyampaikan bahwa tanda tangan yang sebagian dalam pernyataan itu ada nama lelih Nurlelih, kristin alias Tina, kemudian Sri wilujeng sama sekali tidak benar Telah menanda tangani pernyataan tersebut. Hal itu Telah kami bantahkan dan kami lampir pernyataan dari ke 3 org pemilik kafe dan di tanda tangani di atas materai untuk bukti di polsek bukit Intan, ini kemaren tanggal 4 hari Kamis bulan Maret 2021 sudah kami serahkan kepada penyidik polsek bukit Intan. 


Selanjutnya pernyataan yang di tanda tangani sebagian dari pemilik kafe parit 6 tersebut sampai mau tanda tangan pernyataan itu, karena di iming2i kembali oleh pihak mereka bahwa pemilik kafe akan di pertemukan dengan walikota Pangkalpinang terkait pembahasan kafe parit 6 yang janji mereka akan membicarakan terkait kafe parit 6 supaya tidak di tutup  oleh walikota.


 Jadi pernyataan kemaren yang di buat oleh pihak mereka, di tulis tangan oleh pihak mereka lalu di suruh pihak parit 6 tanda tangan tersebut kembali mereka mengiming-iming kan janji lagi terkait pertemuan dengan walikota. Kami masih mempelajari terkait pernyataan yang mereka buat kemaren apakah ada unsur pemalsuan tanda tangan atas nama Sri wilujeng, lelih nurlelih maupun kristin. Jika memang dalam pernyataan kemaren ada tanda tangan 3 org ini, namun menurut 3 org ini mereka tidak pernah tanda tangan hal ini akan kami bawa ke ranah hukum kembali terkait dugaan 263 nya pemalsuan. 






Menyikapi proses penanganan perkara yang saat ini belum ada kepastian hukum atas laporan kami, kami masih berupaya percaya dengan pihak penyidik akan menangani perkara laporan kami ini dengan Arif dan bijak sana. Namun tidak menutup kemungkinan kami akan melakukan upaya lain untuk menyurati Kapolda hingga kapolri agar progres penegakan hukum atas laporan kami ini agar cepat untuk di respon. 


Hingga saat ini hal itu belum kami lakukan karena yakin bahwa pihak penyidik polsek bukit Intan dapat menyelesaikan penyidikan ini. Harapan kami kepada pihak berwajib keadilan dapat di tegakan, sesuai dengan statmen kapolri tidak ada lagi hukum yang tajam ke bawah tumpul keatas. (Abang han)

×
Berita Terbaru Update