-->

Notification

×

Iklan



Iklan





Pengusaha Tukang Rongsokan bisa Terbeli Mobil

Wednesday | February 10, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-02-10T12:38:27Z


Star7tv.Online | MUSIRAWAS - Bisnis pengepul rongsokan terkadang dipandang sebelah mata. Kumuh, jorok, dekil selalu melekat abadi pada mereka yang menggeluti bisnis ini, tapi siapa sangka bisnis "jorok" tersebut bisa mendatangkan pundi-pundi yang melimpah bahkan keberadaan mereka sangat penting untuk menjaga bumi dari sampah plastik yang sulit di urai tanah. Mereka adalah garda terdepan dalam proses daur ulang sampah.


Saat di wawancarai Jum'at (05/01) Azhari Subianto yang akrab di panggil, Ari (27). Yang dulunya Staf Bawaslu, memutuskan untuk berhenti bekerja sebagai Staf Bawaslu Kabupaten MusiRawas, pada Tahun 2019, Dia putar otak untuk membuka usaha sendiri. Sampai akhirnya, Ari memutuskan untuk usaha  Membeli Barang Rongsokan.



Saat pertama kali terjun ke bisnis Rongsokan pada 2020, Ari hanya bermodal Rp 1 juta, sisa pendapatan dari usaha sebelumnya, dari modal tersebut dia membeli barang bekas ke para pemulung di sekitar rumahnya, kawasan Desa Satan Indah Jaya, Dusun II Kec, Muara Beliti Kab, Musi Rawas. Kemudian Barang bekas itu dia jual lagi ke pengepul yang lebih besar,"jelasnya.


Ari pun tak bisa menyebutkan berapa omzet yang didapat pada tahun ini, karena harga barang bekas saat ini tidak menentu, otomatis membuat pendapatannya sekarang juga turun naik, namanya usaha kayak gini," kata Ari optimis.


"Alhamdulillah, hasil dari sini, saya bisa menafkahi keluarga kecil saya, bisa beli susu anak dan kebutuhan rumah tangga, dari usaha ini juga Ari sudah memiliki satu mobil bak terbuka untuk ia membeli barang rongsokan, ya jalan Allah mah pasti ada saja kalau mau usaha," kata dia sambil tersenyum.


“Berbagi Tips Untuk Usia Muda”

Azhari Subianto dapat dikatakan contoh sukses usia muda,  yang memanfaatkan masa mudanya untuk berwirausaha. Bahkan ia merasa lebih bersyukur dengan apa yang didapatnya saat ini dibandingkan ketika masih menjadi Staf Bawaslu.


Menurutnya bila ingin wirausaha seperti dirinya, sebaiknya dipersiapkan mental, keyakinan yang kuat dan berdoa kepada Allah SWT,”jelasnya.


Berwirausaha itu sangat berbeda dengan ketika ia bekerja menjadi pegawai Lembaga Negara. Saat menjadi Pegawai Lembaga Negara, segala sesuatunya sudah disiapkan dan pegawai hanya menjalankan tugas yang diberikan.


Ketika berwirausaha, semuanya dipegang sendiri, mulai dari merencanakan, merintis, hingga mengembangkan usahanya termasuk semua resiko harus ditanggung sendiri.


“Tekad kuat pun harus dipupuk dari awal karena merintis usaha itu harus mau capek, harus kerja ekstra keras. Kalau tekadnya lemah, tidak bisa jalan,” ucapnya.(Galsa s)

×
Berita Terbaru Update