-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Perkara Praperadilan Tersangka Kasus Narkotika Sebanyak 2,19 Kg, di Tolak Pengadilan Negeri Lubuklinggau

Tuesday | December 22, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-12-21T18:04:59Z


Star7tv.Online | LUBUKLINGGAU - Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau, menolak praperadilan tersangka kasus 2,19 Kg sabu-sabu, Dial Sasmita alias Tika (30) warga Desa Remban Kecamatan Rawas Ulu, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), dengan termohon Badan Narkotika Nasional (BNN) Musi Rawas (Mura).


Hakim tunggal yang menyidangkan perkara ini, Syahreza Papelma, SH.MH menyatakan menolak permohonan praperadilan dari pihak pemohon.


Demikian dikatakan Humas Pengadilan Negeri Lubuklinggau, Andi Barkan, saat dibincangi awak media, Senin (21/12/2020).


“Praperadilan sudah diputuskan. Isi putusan menolak permohonan praperadilan dari pihak pemohon,” jelasnya.



Sebelumnya dalam praperadilan, Dial Sasmita alias Tika melalui kuasa hukumnya, meminta PN Lubuk Linggau menyatakan penggeledahan, penyitaan, penangkapan dan penetapan tersangka yang dilakukan oleh termohon BNN Mura tidak sah.


Adapun barang yang disita yang menurut tersangka tidak sah, yakni Kalung emas motif Rantai 24 karat senilai 20 suku, sejumlah 2 buah Gelang emas motif rantai 24 karat senilai 10 suku, sejumlah 2 buah Cincin emas motif lingkar 24 karat senilai 2 suku, sejumlah 2 buah Cincin emas motif bunga mawar 24 karat senilai 2 suku, sejumlah 1 buah Cincin emas motif segitiga 24 karat senilai 2 suku sejumlah 1 buah Kalung emas putih motif rantai, sejumlah 2 buah Kalung caredelano motif A sejumlah 1 buah Cincin berlian motif segi empat, sejumlah 1 buah Cincin emas 24 karat motif D sejumlah 1 buah Liontin motif bamboo, sejumlah 1 buah Liontin motif batu warna hijau, sejumlah 1 buah Anting emas 24 karat sejumlah 1 buah , Seluruh surat perhiasan, Mobil Fortuner Warna Hitam, Nopol BH 1525 NR, dibawa beserta kunci serep Mobil Civic, Warna Putih, Nopol BG 1538 JM, dibawa beserta kunci serep Mobil Brio, Warna Putih, Nopol Mobil Harier, Warna Hitam, Nopol Surat Tanah berupa Sertifikat Buku Tabungan dan ATM Bank BRI an. DIAL SASMITA Tas beserta sejumlah uang senilai Rp10.000.000 dan obat-obatan milik mertua Pemohon , Handphone merk Iphone 11 Pro Max milik Pemohon , Handphone merk OPPO Reno 2F milik Pemohon , Handphone merk OPPO Reno 4 milik Pemohon , Handphone merk Iphone 7 milik Pemohon , Handphone merk VIVO Y12 milik adik ipar Pemohon , Handphone merk OPPO A1k milik keponakan Pemohon , Hanphone merk OPPO A3s milik keponakan Pemohon dan Handphone merk RealMe C2 milik keponakan Pemohon.


Terpisah, Kepala BNN Kabupaten Mura, Hendra Amoer menjelaskan, tuntutan praperadilan atas tindakan hukum yang dilakukan Aparat Penegak Hukum (APH), adalah hak setiap warga. Oleh sebab itu BNN Mura tidak gentar menghadapi tuntutan dan persidangan.


“Sejak Jumat (11/12/2020) kita sudah mengikuti persidangan praperadilan. Sehingga, dengan putusan hakim menolak semua tuntutan pemohon, artinya tindakan hukum yang dilakukan oleh BNN Mura terhadap para tersangka, dibenarkan menurut hukum, bukan abal-abal alias tidak professional,” kata Hendra Amoer.


Hanya saja, diakuinya memang membutuhkan energi yang banyak dalam memberantas bandar narkoba. Karena banyak faktor yang menjadi penghambat, yang sudah menjadi rahasia umum. Terlepas dari itu, pihaknya tetap semangat, optimis dan merasa puas jika berhasil mengungkap jaringan narkoba.


“Selanjutnya terhadap bandar narkoba ini, akan dilakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Sehingga semua harta yang didapat dari bisnis haramnya akan dirampas untuk negara dan akan dimiskinkan agar tidak lagi menjalankan bisnis haram ini kembali,” tukasnya. (Galsa s)

×
Berita Terbaru Update