-->

Notification

×

Iklan


Iklan


Penolakan Eksekusi Objek Lahan Sengketa Oleh, Ahli Waris (Alm) Ali Umar Kepada Pemkot Jambi

Friday | December 25, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-12-25T07:00:39Z


Star7tv.Online | 
Kota Jambi - Berkaitan dengan rencana pelaksanaan eksekusi pengosongan Objek Lahan sengketa di jln. Raden Mattaher, kel. Rajawali kec. Jambi timur,Kota Jambi (berdasarkan surat pemberitahuan pelaksanaan EksikusiI Lahan. Nomor W5-U1/2696/HK.02/XI/2020 Tertanggal 21 Desember 2020) yang mana telah disampaikan oleh perwakilan pemerintah daerah jambi dan baru di terima oleh perwakilan dari penghuni objek lahan yang bersangkutan,"Pada Hari Selasa 15-12-2020.

"pihak keluarga (Alm) Ali Umar dan Ahli waris yang SAH terhadap sibidang Objek Lahan tersebut dengan secara SAH dan sesuai Peraturan perundang-undangan yang berlaku Di Republik Indonesia telah Menepatin Objek lahan Sejak Tahun 1925 Sampai sa'at ini Bersama dengan, masyarakat kelurahan Rajawali kec.jambi timur kota jambi menyatakan dengan tegas untuk menolak proses eksekusi tersebut. Ujarnya seluruh Ahli waris (Alm) Ali Umar.

Pernyataan akan penolakan tesebut, salah satunya didasari dengan adanya Surat Perdamaian Perkara Perdata Nomor :37/PDT.G/2001/PN.Jambi Antara Pihak pemerintah Daerah Kota Jambi dengan pihak keluarga yang telah disepakatin Sebelumnya Di Jambi pada Tanggal 30 Oktober 2001 dan diperkuat oleh dokumen-dokumen yang Sah dan Asli yang dimiliki oleh pihak keluarga.



"Exsikusi Objek lahan yang di lakukan Pemerintah kota jambi, yang di bacakan langsung oleh Pengadilan Negri kota jambi," di kawal ketat oleh TNI-Polri satpol PP kota jambi dan beserta jajaran pemerintah kota jambi,"

"Yang Di Sayangkan oleh seluruh ahli waris tentang pemerintah kota jambi tersebut bawasan nya, Surat-Surat asli yang di milikin selaku ahli waris (Alm) Ali umar tidak pernah dibaca dan di lihat oleh pihak pemerintah kota jambi," Ujar nya Ahli waris (alm) Ali umar

"Dalam hal ini Seluru Ahli Waris (Alm) Ali Umar Sangat menyayangkan akan pelaksanaan eksekusi dari pemerintah Daerah jambi tersebut, "Tanpa ada proses mediasi Terlebih dahulu di antara kedua belah pihak. Yang ( diharapkan.) akan diinisiasi dan difasilitasin oleh pihak pemerintah Daerah jambi sebelumnya," tegas seluruh Ahli Waris (alm) Ali Umar

"Yang sangat di sayangkan Lagi pemerintah kota jambi. Memaksakan Adanya Exsikusi Objek lahan tersebut di dalam masa Pandemik COVID-19 seperti ini, dan pemerintah kota jambi sudah melanggar protokol kesehatan Dan mengundang adanya kerumunan tersebu," Ujarnya seluruh Ahli waris

Instruksi Dari Mendagri Nomor 6 Tahun 2020, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan antara lain, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemda,

Presiden Jokowi sudah mengintruksikan dalam rapat terbatas kabinet, 2020 lalu di Istana Merdeka Jakarta. Seperti diketahui dalam rapat kabinet itu, kepala negara menegaskan tentang pentingnya konsistensi kepatuhan protokol kesehatan Covid-19 dan mengutamakan keselamatan rakyat.

"Tentunya Juga sangat - sangat memperhatinkan, terutama apabila mengingat bahwa pihak keluarga terkait diketahuin dengan secara turun- menurun telah menempatin Objek lahan Tersebut Sejak Tahun 1925 disahkan oleh kepala kampung kasang pada Tanggal 13 desember 1956 dengan atas nama Asjiah, Lalu diberikan kepada (Alm) Ali umar yang tidak lain adalah anak kandung dari (Alm) Asjiah Sendiri melalui Surat Kuasa kepemilikan Objek lahan (Surat Hibah ) pada tanggal 11 November 1953 dan kemudian diberikan, kepada Anak-Anaknya Selaku Ahli waris yang Sah dari ( Alm ) Ali Umar," ujarnya Rizal selaku ahli waris dari objek lahan tersebut

Dalam Surat Putusan Yang di Layangkan Pengadilan Negri Kota Jambi Nomor W5-U1/3084/HK.02/XII/2020 Pelaksanaan Eksekusi Pengosongan kepada, Pihak ahli waris (Alm) Ali Umar Dan fakta nya yang di temuin di lapang tersebut adalah Pengancuran Fisik bangunan, dan pohon-pohon peninggalan (Alm)


( Heri Kurniawan)

×
Berita Terbaru Update