-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Oknum Kabid Pembendaharaan Lubuklinggau disinyalir rangkap jadi kontraktor

Wednesday | December 23, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-12-23T08:31:05Z

 

Star7Tv.Online | Lubuklinggau - Diduga Oknum Aparatur Negeri Sipil(ASN) Kota Lubuklinggau merangkap jabatan sebagai kontraktor dengan menyalahgunakan tugas dan tanggung jawab.


Menurut keterangan oknum yang merangkap sebagai kontraktor tersebut ialah yakni Kabid Pembendaharaan Kota Lubuklinggau.


Hal itu mendapat kecaman keras dari Sony ketua LSM Barisan Pemuda Anti Korupsi (BAPAK) menyayangkan hal itu dilakukan oleh oknum ASN Lubuklinggau karena menimbulkan benturan kepentingan dan persaingan tidak sehat bagi pengadaan barang dan jasa Kota lubuklinggau.


“Disiplin Pegawai Negeri Sipil adalah kesanggupan Pegawai Negeri Sipil untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin,” ungkapnya.


Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 ditetapkan dalam rangka mewujudkan PNS yang handal, profesional, dan bermoral sebagai penyelenggara pemerintahan yang menerapkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik.


“Oleh karena itu PNS sebagai unsur aparatur negara dituntut untuk setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Pemerintah, bersikap disiplin, jujur, adil, transparan, dan akuntabel dalam melaksanakan tugas,” tegasnya.


Lebih lanjut, Sony menyampaikan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil tersebut mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil.


“PP tentang disiplin PNS ini antara lain memuat kewajiban, larangan, dan hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan kepada PNS yang telah terbukti melakukan pelanggaran,”.


Dalam peraturan tersebut juga secara tegas disebutkan jenis hukuman disiplin yang dapat dijatuhkan terhadap suatu pelanggaran disiplin.


“Hal ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi pejabat yang berwenang menghukum serta memberikan kepastian dalam menjatuhkan hukuman disiplin,” tutur Sony


pihaknya sudah melakukan koordinasi terhadap dinas PU Lubuklinggau Kabid CK dan membenarkan proyek tersebut pemborongnya oknum Silvia/Heru faiz.


“Alih-alih meminjam perusahaan PT. Bunga Theodora Linggau dengan anggaran guna melancarkan proyek yang bernilai Rp. 3.493.157.000.- proyek tersebut anggaran tahun 2020.


Diakui Sonni melakukan konfirmasi langsung dengan Selvi melalui pesan washaap, kemudian dilakukan pemblokiran. (Galsa s)

×
Berita Terbaru Update