-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Mediasi di Camat Tanjungpandan Bahas SKT Andry, Dodi: Kami Bersama Warga Akan Kawal Sampai Tuntas

Tuesday | December 15, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-12-15T16:27:34Z


Star7tv.Online | Belitung - Kelihataannya Perwakilan warga Dukong terus mengawal permasalahan ini mulai dari mediasi di Kantor BPD Desa Dukong, DPRD dan Senin kemarin (14/12) Mediasi dilakukan di Kantor Camat Tanjungpandan.


Pembahasan ini diantaranya mengenai pembuktian keabsahan SKT atas nama Andry seluas 1,3 hektar di wilayah RT 03 Dusun Pilang 1 Desa Dukong Kecamatan Tanjungpandan, Kabupaten Belitong.


Undangan yang hadir pada mediasi kali ini, diantaranya Camat Tanjungpandan Sanwani, Sekcam Zaindera Jaya, Kasi Pemerintahan Junaidi, Kapolsek Tanjungpandan Imam Teguh, Kades Dukong Zainal, Sekdes Imam Noprianto, Kadus Pilang 1, Ketua RT Maswandi, Babinsa Desa Dukong (mewakili), dari pihak PT JWA dan perwakilan dari Warga Desa Dukong.


Dari daftar undangan, Sdr Yusuf Wijaya tetlihat tidak hadir saat mediasi di Kantor Camat Tanjungpandan, namun diwakili Sdr Vulta (Pupung).


Sebelumnya permasalah ini juga sudah pernah dibahas di DPRD Kabupaten Belitung, namun belum juga memenemukan titik terang, apakah benar lahan 1,3 hektar ber SKT itu milik Andry.


Pada saat rapat mediasi berlangsung, Camat Tanjungpandan Sanwani menjelaskan akan melakukan pengukuran ulang seluruh lahan milik PT KIA termasuk lahan Andry dengan pihak terkait, bersama Warga dan pihak dari Desa Dukong.


"Melihat hasil kesimpulan rapat tadi, nanti kami akan turun kelapangan bersama pihak terkait termasuk pihak Desa Dukong dan disaksikan warga juga, akan kita ukur ulang seluruh lahan milik PT KIA tetmasuk lahan Andry, mengenai jadwalnya nanti kita akan koordinasi dengan Desa Dukong," kata dia.


M. Nazuri (Dodi), Koordinator Perwakilan Warga Desa Dukong


Koordinator perwakilan warga Nazuri biasa disapa Dodi, terangkan ke awak media pada umumnya kami menerima mediasi ini, Semoga saja tindakan selanjutnya dalam menyelesaikan masalah ini semakin transparan.


"Kami kan minta pembuktian keabsahan lahan itu, apakah benar milik Andry seperti tertera di SKT seluas 1,3 hektar? Permasahan ini kan sudah dilakukan mediasi empat kali di kantor BPD Desa Dukong, kemudian RDP di DPRD dan Senin kemarin (14/12) di Kantor Camat bersama pihak terkait, namun belum juga memberikan pencerahan ke kami sebagai perwakilan warga," tandas Nazuri yang biasa disapa Dodi.


Meskipun sudah ada bahasa camat akan mempelajari dulu dan meninjau langsung lahan tersebut bersama Tim Desa Dukong. "Ya kita tunggu saja hasilnya nanti, mudah-mudahan hasilnya lebih baik dari mediasi di BPD dan DPRD, kami sebagai warga minta kejelasan yang transparan aja, jangan ada yang ditutup-tutupi masalah lahan ini, bukalah secara terang benderang agar polemik di masyarakat tidak berkepanjangan," tegasnya.


Senada dengan Dodi, Ziirman salah satu koordinator perwakilan warga, menegaskan bila nanti turun kelapangan, tim dari Camat Tanjungpandan maupun Desa Dukong harus serius mensikapi permasalahan ini, dan temukan solusi terbaik buat warga Dukong, agar polemik ini tidak berkepanjangan.


"Masalah ini harus diselesaikan dengan transparan, mulai dari sumber kepemilikan lahan milik PT KIA seluruhnya ada 19,3 hektar. Kemudian buktikan juga secara administrasi kebenaran adanya transaksi jual beli dari PT JWA dengan PT KIA maupun adanya dugaan jual beli/ganti rugi antara Andry dengan Yusuf (perwakilan PT JWA) yang kami anggap banyak kejanggalannya, sehinga masalah ini bisa mudah dipahamin oleh warga Desa Dukong khususnya," pinta Ziirman.


Harapannya nanti Tim Camat, Desa dan pihak terkait transparan buka permasalahan ini, baik secara administrasi maupun pemetaan dilapangan, apakah benar lahan itu milik PT KIA, PT JWA, lahan Andry, atau mungkin ada lahan milik pihak lainnya juga. "Jadi kami dapat kepastian bahwa seluruh lahan itu sebenarnya milik siapa?" pungkasnya.


Ketika Dodi ditanya, dengan pihak mana lagi akan dilakukan mediasi? "Nanti aja kita pelajari dulu, sementara ini kita sudah banyak lakukan mediasi, diantaranya dengan pihak Desa Dukong, di kantor BPD aja sudah empat kali dan di DPRD serta di kantor Camat Tanjungpandan," ulasnya.


"Meskipun kami belum mendapatkan jawaban mengenai keabsahan kepemilikan lahan Sdr Andri khususnya, kami bersama warga akan terus kawal permasalahan ini sampai tuntas," tegas Dodi. (Tim)

×
Berita Terbaru Update