-->

Notification

×

Iklan


Iklan


BILA ANGIN KENCANG KELUARGA APREDI TAK LAGI LARI DARI RUMAH SETELAH TERIMA KUNCI DARI DANREM 045/GAYA

Friday | December 04, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-12-05T03:51:06Z



Star7tv.Online, Bangka - Namang (Penrem 045/Garuda Jaya).  Keluarga  Apredi  yang  tinggal  di  Kampung  Bedeng  Desa  Baskara  Bhakti  pada  Kamis  sore  03/12/2020  tampak  bahagia  dan  senyum  terpancar  dari  setiap  keluarga, salah  satu  keluarganya  adalah  Ibu  Rini  yang  merupakan  ibunda  dari  Apredi. 


Kebahagiaan  keluarga  ini  adalah  pada  hari  tersebut  mereka  menerima  langsung  kunci  rumah  dari  Danrem  045/Garuda  Jaya  Brigjen  TNI  M. Jangkung Widyanto, S.I.P., M.Tr.(Han)  dalam  rangka  memperingati  Hari  Juang  TNI  AD  ke-75. 



Kepada  personel  Penrem  045/Gaya,  ibu  Rini  bercerita  tentang  suka  duka  yang  di  rasakan  keluarga  selama  puluhan  tahun  menempati  atau  mendiami  gubuk  sebelum  di  rehab  oleh  prajurit  Korem  045/Garuda  Jaya  dan  Kodim 0413/Bangka. 


Ceritanya sebelum gubuk tersebut di berikan sepenuhnya kepada anaknya Apredi,  ia telah menempatinya dan membesarkan anaknya termasuk Apredi di rumah tersebut. Setelah Apredi menikah maka ia menyerahkan gubuk tersebut dan dia bersama suami pindah ke Belitung.

 


Di  momen  penyerahan  kunci  tersebut  ia  berusaha  untuk  pulang  ke  Desa  Baskara  Bhakti  dari  pulau  Belitung,  Ia  mengisahkan  pengalaman  yang  pahit  saat  mendalami  gubuknya  yaitu  tatkala  datang  hujan  apalagi  bila  angin  kencang  secara  tiba-tiba  maka  mereka  sekeluarga  secepatnya  berlari  dari  gubuknya  untuk  menghindari  hal  yang  tidak  diinginkan  karena  gubuknya  beratapkan   dedaunan  dan  plastik  serta  dindingnya  terbuat  dari  bambu. 


Bu Rini juga menceritakan kepahitannya selama puluhan tahun tidur di atas papan, selain itu juga merasakan dinginnya bila tengah malam dan merasakan panasnya bila terik matahari telah berada pada puncaknya. 



Penderitaan keluarganya tidak sampai disitu saja, tatkala keluarga ini rumahnya mau di rehab mereka sangat gembira, namun kegembiraan itu sirna seketika karena rehab rumahnya tidak jadi dan dipindahkan ke tetangga karena tanah yang ditempatinya belum lunas. 


Untuk melunasi ataupun untuk mendapatkan uang sebanyak Rp 1. 200 .000,- yang merupakan sisa pembayaran tanahnya, ia dan keluarga bekerja keras siang dan malam selama 3 (tiga) Minggu penuh. 


Akibatnya  sempat sakit  tidak bisa bangkit karena terlalu memaksa dalam pengumpulan uang tersebut karena penghasilan keluarga kami hanya nelayan, kadang melimbang dan kerja serabutan, itupun perahu kami terbuat dari papan bekas. 


Kini kami sangat bersyukur, kami tidak tidur dipapan lagi, tidak kedinginan dan kepanasan lagi serta tidak lagi ketakutan bila angin kencang datang, kami sangat berterima kasih kepada TNI, kebahagiaan kami lengkap apalagi tepat hari ini adalah hari kelahiran saya. Ungkapnya. 


Terima kasih Pak Danrem, Pak Dandim dan semuanya yang terlibat dalam rehab rumah kami  yang tidak layak huni jadi layak huni, kami tidak bisa membalas, hanya doa yang bisa kami panjatkan semoga tetap menjadi amanah dan tetap dalam lindungan NYa. Amin.  Doanya.


Abang han/ Namang (Penrem 045/Garuda Jaya).

×
Berita Terbaru Update