-->

Notification

×

Iklan

Iklan

24 Bencana Di Lubuklinggau Telah Disampaikan Oleh Dinas DPKPB

Thursday | December 17, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-12-16T17:23:48Z


Star7tv.Online | LUBUKLINGGAU - Terjadi 24 bencana di Lubuklinggau sepanjang 2020. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kota Lubuklinggau, H Luthfi Ishak melalui Sekretaris, Waidi K.S, Rabu (16/12/2020).


Adapun rincian 24 kejadian bencana tersebut, Januari terjadi satu bencana kebaran, yakni di Kecamatan Lubuklinggau Barat I, dengan kerugian Rp50 juta. “Bulan ini juga ada laporan ular masuk ke pemukiman, yang berhasil ditangkap petugas,” jelasnya.


Februari:


– Satu pohon tumbang di Moneng Sepati, Lubuklinggau Timur I


-Warga hanyut di Lubuklinggau Selatan I, Batu Urip Lubuklinggau Utara II


– Satu pohon tumbang, Puncak Kemuning Puncak Kemuning


– Satu kebakaran pemukiman, dengan kerugian Rp15juta dengan korban satu jiwa di Lubuklinggau Timur II


– Satu kebakaran pemukiman di Kelurahan Dempo, Lubuklinggau Barat I


– Satu kejadian karhutbunla di Kelurahan Sukajadi, dengan jumlah lahan 1,5 Hektar


– Satu kejadian kebakaran pemukiman di Kelurahan Durian Rampak, Lubuklinggau Utara I, dengan jumlah kerugian Rp300 juta.


Maret:


– Satu kejadian karhutbunla Lubuklinggau Timur I, Taba Jemekeh dengan kerugian 1,4 Hektar


– Satu kejadian pohon tumbang di Jawa Kanan, Lubuklinggau Ulu


– Satu kejadian banjir bandang, Mesat Seni


– Satu kejadian tanah longsor, Talang Muara Enim


– Satu kejadian sarang tawon dan Lubuklinggau Barat I Mesat Seni.


April:


– Satu kejadian kebakaran pemukiman Lubuklinggau Timur 1, Mesat Seni, dengan kerugian Rp50 juta


– Satu kejadian kebakaran pemukiman Watervang, Lubuklinggau Utara II


– Satu kejadian kebakaran pemukiman Pasar Satelit dengan kerugian Rp400 juta.


Mei:


– Satu kejadian banjir bandang Lubuklinggau Timur I, Moneng Sepati,


– Satu kejadian banjir bandang Lubuklinggau Utara II, Ulak Surung


– Satu kejadian banjir bandang Lubuklinggau Barat II, Linggau Ulu


– Satu kejadian banjir bandang, Lubuklinggau Barat I, Lubuk Tanjung


– Satu kejadian banjir bandang, Lubuklinggau Selatan II, Taba Pingin


Juni:


– Satu kejadian banjir bandang Lubuklinggau Timur I, Moneng Sepati


– Satu kejadian orang hanyut, satu korban jiwa Watervang, Lubuklinggau Utara I


– Satu kejadian tanah longsor Tanjung Raye dengan jumlah kerugian Rp815 juta.


Juli:


– Satu kejadian kebakaran pemukiman, Lubuklinggau Barat I, Lubuk Tanjung


– Satu kejadian kebakaran pemukiman Lubuk Durian watas, dengan jumlah kerugian Rp1 juta


– Satu kejadian kebakaran pemukiman Lubuklinggau Utara II, Ulak Surung, dengan jumlah kerugian Rp500 juta.


Agustus:


– Satu kejadian tanah longsor Lubuklinggau Utara II, Jogoboyo, dengan kerugian Rp35 juta.


– Satu kejadian kebakaran pemukiman Lubuklinggau Selatan I, Air Kati, dengan kerugian Rp200 juta.


– Satu kejadian kebakaran pemukiman Lubuklinggau Barat I, Lubuk Tanjung, dengan kerugian Rp29juta.


– Satu kejadian karhutbunla Lubuklinggau Timur II, Taba Jemekeh, dengan kerugian 1 Hektar.


September:


– Satu kejadian kebakaran pemukiman Lubuklinggau Utara II, Megang, dengan kerugian Rp25 juta.


– Satu kejadian kebakaran pemukiman Batu Urip, dengan kerugian Rp10juta.


– Satu kejadian karhutbunla, Petanang, dengan kerugian 1 Hektar.


– Satu kejadian tanah longsor, korban satu jiwa, Batu Urib, Lubuklinggau Timur I.


– Satu kejadian kebakaran pemukiman Nikan Jaya, dengan kerugian Rp1.500 ribu.


– Satu kejadian kebakaran pemukiman Lubuklinggau Barat I, Muara Enim, dengan kerugian Rp600 ribu.


– Satu kejadian kebakaran pemukiman, Lubuklinggau Selatan II, Marga Mulya, dengan kerugian Rp20juta.


– Satu kejadian orang hanyut, Marga Rahayu, Lubuklinggau Selatan II.


Oktober:


– Satu kejadian penangkapan ular, Lubuklinggau Timur I, Niken Jaya


– Satu kejadian pohon tumbang Lubuklinggau Utara II, Petanang.


November:


– Satu kejadian kebakaran pemukiman Lubuklinggau Barat I, Lubuk Tanjung, dengan kerugian Rp200 juta. Jadi ada 3,75 Hektar, 3 jiwa dan Rp2.358.394.000.


“Alhamdulillah untuk kejadian bencana di Kota Lubuklinggau masih bisa tanggulangi cepat dan tanggap. Selain itu, untuk indeks resiko bencana masuk dalam kategori sedang. Biasanya bencana abrasi dan metrologi masih dalam skala kecil dan sedang. Belum sampai ke stunami, “katanya


Lanjut Waidi, pihaknya terus melakukan antisipasi dan tindakan, salah satunya dengan meneruskan surat edaran (SE) melalui Camat ke Lurah, untuk antisipasi menghadapi situasi bencana. Dihimbau kepada masyarakat untuk terus waspada, siap dan siaga terus. Meskipun bencana ini masih dibilang kategori bencana sedang.


Dan ada informasi bencana seperti kebakaran, segera informasikan ke pihak Damkar dan PB, agar bisa ditanggulangi dengan cepat. Melalui nomor telepon ataupun datang langsung ke kantor.


Lebih lanjut Waidi, menjelaskan, dalam meningkatkan lebih pelayanan terhadap menghadapi bencana alam. Saat ini Damkar dan PB. Terbarunya telah menambahkan pos siaga damkar, berlokasi di Kecamatan Utara 1, Petanang, berjalan sejak 10 Oktober kemarin. Dimana yang sebelumnya hanya tersedia 4 pos dan sekarang sudah ada 5 pos. (Galsa s)

×
Berita Terbaru Update