Terdampak Pandemi Covid-19, Penjahit di Pasar Satelit Tidak Ada Pendapatan -->

Advertisement


 

Terdampak Pandemi Covid-19, Penjahit di Pasar Satelit Tidak Ada Pendapatan

SANGRAJAWALI
Saturday


Star7tv.Online | Lubuklinggau - Terdampaknya Pademi Covid19,Suasana toko penjahit pakaian milik Muslim (56 tahun) Di Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II , nampak sepi. Muslim nampak tak sibuk pada Sabtu (7/11/2020) siang itu.


Bukan tanpa alasan, sepinya pelanggan akibat aturan Pemerintah mulai dari masyarakat dilarang berkerumunan, hinga kebijakan yang wewajibkan setiap warga harus tetap berdiam diri dirumah jika tidak ada keperluan penting di luar rumah.


Muslim Mengatakan kepada star7tv.online seorang penjahit pakaian di Pasar Satelit Kecamatan Lubuklinggau Utara II. Sebab, sejak pademi Covid-19 ini penghasilannya merosot drastis. Sebelum terjadinya pademi Covid-19, pemghasilannya Rp 150 ribu sampai Rp 200 ribu per hari. Namun, saat ini penghasilannya hanya Rp 20 ribu sampai 50 ribu per hari.


Hal ini diperparah dengan harga karet yang tidak menentu, membuat pelanggan nya yang dari Kabupaten Musi Rawas dan Muratara jarang ke Lubuklnggau. Sedangkan selama ini pelanggannya banyak dari wilayah tersebut. Akibatnya, hanya untuk membayar listrik saja ia tidak mampu.


Meskipun demikian, sebagai pelaku usaha yang terdampak pademi Covid19, ia belum pernah memdapatkan bantuan dari pemerintah. Tapi, itu tidak jadi persoalan baginya, guna memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya, ia mencoba membuka usaha tahu pong, dengan memanfaatkan sisa tabungan yang ada."Yang penting bersyukur, semua akan ada hikmahnya,"katanya.


Ia Berharap mengharapkan semoga Pandemi Covid 19 ini cepat berlalu, dan omset nya kembali seperti semula. (Galsa)