Polres Lubuklinggau Berhasil Menangkap Otak Pelaku Pembunuhan Dedek -->

Advertisement


 

Polres Lubuklinggau Berhasil Menangkap Otak Pelaku Pembunuhan Dedek

SANGRAJAWALI
Saturday


Star7tv.Online | Lubuklinggau - Sat Reskrim Polres Lubuklinggau sebelumnya menangkap empat pelaku pembunuhan terhadap Abdie Haqim Perdana alias Dedek (15).


Kini Polisi berhasil menangkap pelaku yang adalah seorang pelajar berinisial AI alias WD (15) otak dari kasus pembunuhan tersebut.


Menurut WD, otak dari pelaku pembunuhan Dedek, alasan ia menghabisi nyawa Dedek karena dirinya kecanduan judi online. Sehingga pelaku menggadaiakan Laptopnya dan memiliki hutang sebesar Rp200 ribu.


“Karena aku ado utang samo OL, lalu saat itu  aku kerumah korban, saat itu saya belum terpikir untuk membunuh, terpikir untuk membunuh setelah sampai di simpang periuk,”kata pelaku WD saat diwawancarai wartawan, Jumat (20/11/2020).


Saat itu dia dan korban pergi sekitar pukul 17.00 WIB menggunakan sepeda motor korban. Pelaku langsung dijemput korban dirumahnya dan akan menuju ke kosan AO yang berada di Lubuklinggau.


Sesampai di simpak Periuk barula ia terpikir kembali, berniat untuk membunuh korban agar bisa mengusai barang-barang berharga milik korban.


“Waktu kami pergi yang membawa motor adalah korban, setiba kosan AO disana ada AO. Namun AO tidak sendirian ia sedang bersama temannya,”ujarnya.


Setelah di kosan AO, ia memanggil pelaku AO kebelakang sendirian, saat didapur dirinya mengajak AO untuk merencanakan membunuh korban Dedek dan mengambil barang-barang berharga milik korban seperti HP, dan sepeda motor.


AO pun setuju, dan mereka merencanakan membunuh korban di belakang lapter. Lalu mereka pergi dari kosan, mengajak korban dengan alasan ketempat keluarga di arah Lapter.


“Saat itu kami bonceng tiga saya yang membawa sepeda motor, korban ditengah, dan AO dibelakang,”ujarnya.


Diperjalanan, ia ditunjuk oleh AO jalannya menuju ke belakang Lapter, abis itu setiba dibelakang Lapter korban langsung digorok oleh AO,  korban digorok saat diatas sepeda motor sedang berjalan.


Lalu, pelaku mendengar suara korban sudah menggorok. Korban sendiri tak sempat melawan kondisi sepeda motor yang mereka bawa pun tak goyang.


Tetapi usai digorok, korban dan AO langsung terjatuh dari sepeda motor, setelah terjatuh Aldo, kembali menusuk-nusuk korban dengan pisau. Korban lalu ditinggalkan di lokasi dalam kondisi bersimba darah.


Setelah itu, ia kembali ke kosan AO dan membawa sepeda motor korban, setelah itu dirinya ganti pakaian di kosan AO, usau ganti pakaian dirinya pulang kerumah dan dianter  oleh pelaku Ari pulang kerumah.


ia mengaku membunuh korban untuk menebus laptop yang ia gadaikan kepada temannya OL, ia dengan OL meminjam uang untuk judi online.


“Hutang saya sebesar 200 ribu,”katanya.


Saat ini Kasus pembunuhan terhadap Abdie Haqim Perdana alias Dedek (15), di Kota Lubuklinggau ada perkembangan baru, Polisi berhasil ungkap otak pelaku dari pembunuhan tersebut.


Otak pelaku dalam kasus pemnunuhan tersebut yakni seorang pelahar berinisial AI alias WD (15) warga Kelurahan B Srikaton Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musirawas.


Kapolres Lubuklinggau AKBP Nuryono melalui Kasat Reskrim AKP Ismail mengatakan kronologis penangkapan, Kamis (19/11/2020) siang.


Pelaku ditangkap saat ia sedang bersembunyi di Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Kota Lubuklinggau.


“Saat itu tim macan mendapat informasi keberadaan pelaku sedang berada di kebun, dia sudah beberapa hari menginap disana,”kata Kasat AKP Ismail dalam riliesnya, Jumat (20/11/2020).


Dikatakan Kasat, pelaku ditangkap saat ia sedang santai di pondok.


Pelaku WD terang Kasat, merupakan otak pelaku pembunuhan ini, WD bersama dengan empat rekannya yang saat ini sudah ditangkap, melakukan pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan hanya untuk menguasai barang-barang berharga korban.


Memang sambungnya, tadi sudah dilakukan rekontruksi, ada 20 adegan rekontruksi tersebut, hasil rekon dan hasil autopsi, saat itu korban Dedek terlebih dahulu digorok oleh AO setelah terjatu kekir, barulah AO menusuk korban dari belakang sebanyak 6 enam kali.


Sementara saat kejadian pelaku WD yang membawa sepeda motor. Pelaku AI ini sempat kaget mendengar korban digorok oleh AO.


Memang sambungnya, tadi sudah dilakukan rekontruksi, ada 20 adegan rekontruksi tersebut, hasil rekon dan hasil autopsi, saat itu korban Dedek terlebih dahulu digorok oleh AO setelah terjatu kekir, barulah AO menusuk korban dari belakang sebanyak 6 enam kali.


Sementara saat kejadian pelaku WD yang membawa sepeda motor. Pelaku AI ini sempat kaget mendengar korban digorok oleh AO.


“Memang dalam kejadian pembunuhan ini WD yang memiliki ide dan mengajak AO untuk mengesksekusi,”terangnya.


Ia mengaku terpaksa melakukan pembunuhan dan curas, itu karena untuk membayar hutang dan menebus laptop yang mereka pinjam.


Setelah berhasil mengambil barang-barang berharga milik korban lalu mereka menggadaikan sepeda motor itu dan menebus laptop yang pelaku gadaiakan.


Pelaku AO dijelaskan Kasat, dari keterangan ia perna menggunakan narkoba.


Akibat perbuatannya pelaku dapat dikenakan tindak pidana dalam pasal 340 KUHP dan 365 KUHP dengan ancaman pidana penjara diatas 15 tahun.


Seperti diketahui pada berita sebelumnya Wakapolres Mura, Kompol Raphael BJ Lingga bersama Kasat Reskrim, AKP M Ismail mengelar press release perkara pembunuhan, Abdie Haqim Perdana alias Dedek (15), Selasa (17/11/2020).


Diketahui, dari lima terduga pelaku pembunuhan yakni, AO (18), RI (17), RJ (18), Ari Munandar alias Ari (27), sedangkan AI (16), masih dilakukan pencarian (DPO).


Dari press release yang digelar, terungkap kronologis dugaan pembunuhan, Dedek (15) warga Jalan Hanura RT 10 Kelurahan B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo, Kabupaten Musi Rawas


Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Raphael BJ Lingga didampingi Kasat Reskrim, AKP M Ismail menjelaskan, Minggu (1/11/2020), sekitar pukul 17.00 WIB, bermula saat WA mengajak korban bermain kekontrakan AO di Jalan KBS, Kelurahan Marga Mulya, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.


Namun didalam kontrakan tersebut sudah ada, RA, RI dan Ari.


Kemudian, sekitar pukul 17.30 WIB, WA dan AO mengajak korban pergi kerumah bibiknya di sekitaran Bandara Silampari, dengan mengendarai sepeda motor korban.


Lalu, namun saat dijalan sebelum sampai dilokasi yang ditujuh, tersangka AO bersama WA sudah merencanakan pembunuhan


Usai melakukan pembunuhan, kedua pelaku langsung membawa kabur sepeda motor korban.



Kembali ke kontrakan, pada malam harinya, pukul 00.00 WIB, AO, RA dan RI, kembali kelokasi untuk menguburkan jenazah korban, namun tersangka Ari tetap dikarenakan untuk melepaskan plat motor korban, sedangkan WA langsung melarikan diri. (Galsa S)