Oknum Kepsek Tarik Dana Pada Wali Murid, Nilainya Sangat Pantastik -->

Advertisement


 

Oknum Kepsek Tarik Dana Pada Wali Murid, Nilainya Sangat Pantastik

SANGRAJAWALI
Sunday


Star7tv.Online | Way Kanan - Diduga salah satu Oknum Kepala SMP Swasta di Kabupaten Way Kanan, melakukan Pungutan Liar (Pungli) pada wali murid, dengan nilai yang sangat pantastik.


Pungutan itu menjadi keluhan bagi wali murid yang tidak ingin disebut nama nya, menjelaskan beberapa waktu lalu, mereka wali murid kelas IX (3) yang berjumlah 29 orang siswa, diminta iuaran sebesar Rp 1.800 ribu per siswa nya.


Dana tersebut, menurut keterangan pihak sekolah untuk siswa kelas IX, mengikuti ujian. Dimana biaya itu akan dipergunakan membeli komputer,  serta peralatan sekolah untuk ujian. Kata wali murid yang berinisial WA.


Uang nya disetorkan pada Tata Usaha (TU) SMP Swasta itu yang berinisial GN, namun kwitansi pembayaran diminta kembali oleh Kepsek.


Sistem pembayaran nya 4 kali (mengangsur), yang pertama Rp.900.000, kedua Rp.700.000, dan yang ketiga Rp.200.000,” beber WA. 


Senada dengan itu, ST wali murid SMP yang sama, menerangkan bahwa dirinya dimintai juga iuran, yakni pertama Rp.1.100.000, dan dikembalikan Rp.200.000. Karena anak saya punya laptop sendiri.


“Terus ada pemberitahuan lagi, tambahan biaya Rp.700.000,”imbuh ST.


Padahal, lanjut ST, katanya bagi anak murid yang punya laptop cuma bayar Rp.900.000 aja. Tapi sudah saya bayar dan ternyata masih di mintai lagi.


Salah satu murid mengaku pernah diancam oleh Kepala Sekolah (Kepsek) dimana menurut Kepsek,  "mau lulus apa uang kembali," tiru salah satu siswa yang tidak ingin disebut namanya, mencontohkan ancaman Kepsek pada nya kala itu.


Sementara itu AD selaku Kepala SMP Swasta tersebut, saat ditemui awak media , Sabtu 21/11/2020 kemarin, membenarkan tentang tarikan itu.


"Ya saya memintai biaya sebesar, Rp.1.800.000. Tapi itukan sudah mupakat bersama,"  akui nya.


"Untuk membeli komputer dan peralatan lainnya," tambahnya.


Masih kata AD, "Dana BOS yang kami terima, tidak mencukupi untuk membeli peralatan, sedang kan dana bos, hanya cukup untuk membayar guru honor saja," ucap nya 


AD juga mengakui adanya tarikan pada siswa VII dan VIII (1 dan 2) sebesar Rp.200.000.itu untuk keperluan perpisahan. katanya.


Dan untuk yang membawa laptop tetap membayar sebesar Rp.900.000 sekian, pungkasnya.


M Ngalim & Tim Ajo indonesia way kanan