Lahannya Diserobot, Ismail: Lahan itu Sudah Saya Kelola Sejak Tahun 1990 -->

Advertisement


 

Lahannya Diserobot, Ismail: Lahan itu Sudah Saya Kelola Sejak Tahun 1990

SANGRAJAWALI
Friday


Star7tv.Online | Belitung - Dugaan penyerobotan lahan kembali terjadi di lahan milik Bapak Ismail Bialal di Dusun Kelekak Usang Desa Perawas Kecamatan Tanjungpandan Kabupaten Belitung.


Pada hari jumat pagi tanggal 13 November 2020 pukul 06:00 Bapak Ismail bersama wartawan terjun ke lokasi memastikan lahannya yang diduga diserobot oleh warga/pihak yang tidak berkepentingan.


Tergambar dilokasi lahan itu sudah setengahnya diratakan dengan ekskavator oleh pihak lain.

 

Dalam keterangannya, Lahan yang ber SKT sejumlah 8 hektar, namun dibelakang lahan itu belum dibuatkan suratnya diperkirakan seluas 8 hektar juga.


"Lahan saya disana ada 8 hektar ber SKT, namun di belakang belum saya buatkan, mudah-mudahan nanti saya buatkan SKT juga, supaya tidak diganggu lagi oleh pihak lain," ujarnya.


Ketika dikonfirmasi ke salah satu warga yang telah puluhan tahun tinggal di sekitar lahan Bapak Ismail, warga bernama Bapak Dullah "membenarkan lahan seluas 8 hektar itu memang milik Bapak Ismail. Dari sejak dahulu saya ingatkan beliau untuk buatkan suratnya, namun belum dibuatkan juga, khawatirnya nanti diganggu pihak lain,"  tegasnya.


Sejak tahun 1990 Bapak Ismail sudah mengelola dan menempati lahan itu, dan sejak itu belaiu pernah bercocok tanam disana, seperti pohon rambutan, pohon akasia, pisang kipas, pohon belanger dan lain lain. Namun karena usia beliau sudah masuk usia senja, saat ini sekitar 75 tahun, jadi kegiatan berkebun maupun merawat lahan itu tidak begitu aktif lagi dikerjakan.


"Memang benar lahan itu milik Bapak Ismail, dan tahun 90an sering dirawatnya dan banyak ditanami berbagai macam tanaman seperti pohon akasia pohon pisang dan lainnya," jelas Bapak Dullah.


Bapak Ismail berharap pihak Pemerintah Desa segera memediasi dan meluruskan permaslahan ini, agar tidak terjadi kesalahpamahan antar warga/pihak yang tidak berkepentingan," pinta Bapak Ismail. (JN)