Hasil Putusan Permasalahan Singkong Di Kabupaten Way Kanan -->

Advertisement


 

Hasil Putusan Permasalahan Singkong Di Kabupaten Way Kanan

SANGRAJAWALI
Wednesday


Star7tv.Online | Way Kanan - Bertempat di Ruang Rapat Utama Pemerintah Kabupaten Way Kanan, Sekretaris Daerah Kabupaten Saipul, S.Sos.,M.IP bersama Komisi II DPRD Way Kanan Aburizal Setiawan, S.H, Kanit III Sat Intelkam Polres Way Kanan Bripka. Feby Ariespranto dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Selan, S.Sos.,M.M memimpin Rapat Koordinasi Lanjutan Pembahasan Permasalahan Singkong di Kabupaten Way Kanan, Rabu (11/11/2020).


Turut hadir pada rapat tersebut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Ir. Kussarwono, M.T, Kepala dan unsur Dinas Perkebunan, Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Bagian Hukum dan Bagian Adm Perekonomian Setdakab, Pimpinan Perusahaan Singkong dan Aliansi Pusat Perjuangan Rakyat Lampung (PPRL) Kabupaten Way Kanan beserta beberapa perwakilan petani.



Rapat yang kedua ini membahas Kesepakatan Bersama Perwakilan Petani Singkong Way Kanan yang diwakili oleh Aliansi PPRL Way Kanan Dengan Perusahaan Singkong di Wilayah Kabupaten Way Kanan yang diwakili oleh Pimpinan CV. Gajahmada Internusa.( Yang terletak di Serupa indah Pakuan Ratu ) ,Dalam kesepakatan tersebut pada poin pertama dijelaskan bahwa dengan semangat ingin mensejahterakan masyarakat, pihak pabrik akan berupaya menyesuaikan kenaikan harga singkong sesuai harga pasar secara umum di Wilayah Provinsi Lampung. Pihak Perusahaan tidak akan melakukan permainan harga baik pada hari-hari besar tertentu maupun pada musim-musim tertentu, namun untuk mengurangi penumpukan barang guna menghindari over kapasitas pada kemampuan produksi Perusahaan atau kemapuan jual sagu yang menurun, maka Perusahaan menggunakan strategi pembatasan pembelilan singkong.


Dalam poin kedua kesepakatan bersama tersebut juga dijelaskan bahwa pada saat menimbang singkong yang masih berada di kendaraan, akan dilakukan secara transparan dengan menampilkan hasil timbang yang bisa dilihat secara langsung oleh petani atau pemilik singkong dan supir dan atau ada dokumentasi secara digital yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selanjutnya dalam upaya pelayanan prima serta memelihara kepercayaan masyarakat, Perusahaan akan melakukan tera/tera ulang terhadap alat timbang secara berkala minimal 1 Tahun sekali.


Pada poin ketiga, potongan/refaksi akan disesuaikan dengan kadar aci dari singkong milik petani yang dijual ke Pabrik, untuk tesnya dengan menggunakan alat pengukur kadar aci yang standar, dengan rincian apabila kadar aci 10% sampai dengan 11% maka potongan/refaksi sebesar 30%, untuk kadar singkong 12% sampai 13% besar refaksi 25%, untuk kadar aci 14% sampai 15% besar refaksi 21%, selanjutnya untuk kadar aci 16% sampai 18% besar refaksi 18%, untuk kadar aci 19% sampai 21% besar refaksi 17%, untuk kadar aci 22% sampai 24% besar refaksi 14%, untuk kadar aci 25% sampai 27% besar refaksi 12% dan untuk kadar aci 28% sampai 30% besar refaksi 10%. Dengan catatan singkong yang diterima dalam keadaan kering, bersih tanpa tanah dan tanpa bonggol. Untuk proses pengukuran kadar aci sendiri memerlukan waktu ± 10 menit dan akan dilakukan secara transparan dengan mengajak petani penjual/supir yang dipercayakan pada proses tester, sehingga dapat secara langsung mengetahui persentase kadar aci dari singkong yang mereka jual ke Pabrik pada saat itu juga. Sementara utuk alat tester kadar aci yang digunakan Pabrik, telah dipastikan keakuratannya, dari akan dilakukan tera ulang secara berkala minimal 1 Tahun sekali.


Pada poin yang keempat didapatkan hasil kesepakatan bahwa Pihak Perusahaan tidak membebani biaya uang satpam buka portal, biaya tempat penumpukan singkong dan biaya insentif supir. Terkecuali biaya upah penurunan/bongkar singkong sebesar Rp 7 Rupiah/Kg dan biaya ampera mobil kecil sebesar Rp 12.000 dan mobil besar sebesar Rp 25.000. untuk poin kelima, dijelaskan Perusahaan singkong tidak menunjuk agen selaku perantara penjualan singkong ke Pabrik, petani dalam menjual hasil panennya langsung ke Perusahaan/Pabrik.


Perusahaan akan memprioritaskan singnkong yang berasal dari dalam Kabupaten Way Kanan, dan dalam proses antrian sesuai dengan waktu masuk/kedatangan kendaraan tanpa kecuali terdapat pada poin keenam. Perusahaan juga wajib memasang plang harga pembelian singkong di depan pintu gerbang sebelum masuk Pabrik, dan pembelian sesuai dengan harga yang tertera di plang pengumuman.


Dalam pembahasan kesepakatan tersebut juga dijelaskan bahwa jika ada keinginan dari salah satu pihak untuk meninjau kesepakatan  tersebut, akan dilakukan musyawarah mufakat kembali yang difasilitasi oleh Pemerintah Daerah serta bagi Perusahaan yang pada musyawarah, sesuai hari ini (11/11/2020) tidak mengikuti musyawarah, sesuai dengan undangan yang telah disampaikan dianggap telah menyetujui hasil kesepakatan tersebut.



Sesuai hasil rapat, Kesepakatan Bersama tersebut ditandatangani oleh Petani Singkong Way Kanan yang diwakili Aliansi PPRL Adi Wijaya, S.H dan Perusahaan Singkong di Way Kanan diwakili CV, Gajahmada Internusa Harijadi Teten serta ditandatangani pula oleh saksi DPRD Way Kanan Komisi II Aburizal Setiawan, S.H, Polres Way Kanan Feby Ariespranto, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Kadis Indag, Kadis TPHP, Kadis Koperasi dan UKM serta Kabag Perekonomian Setdakab yang diketahui oleh Sekretaris Daerah Kabupaten atas nama Pjs. Bupati Ir. Mulyadi Irsan, M.T.


Sementara Pada Rapat yang kedua ini perwakilan dari Petani diantaranya, Gunung waras diwakilkan oleh Adi Wijaya,SH, karang agung Alan Fadilah, Pakuan Ratu Nasir, Tanjung Ratu Murni dan Romli, Gunung Cahya Rohidi,way tawar Yanto. (M Ngalim)