Walikota Lubuklinggau Akan Mempersiapkan penanganan Covid-19 -->

Advertisement


 

Walikota Lubuklinggau Akan Mempersiapkan penanganan Covid-19

SANGRAJAWALI
Tuesday

Star7tv.Online | Lubuklinggau - Tiga Pilar Kota Lubuklinggau yakni Pemerintah Kota Lubuklinggau, Kodim 0406 MLM dan Polres Lubuklinggau serius menanggapi penanganan covid19, hal ini disampaikan langsung Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe kepada awak media.


Walikota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe kepada linggaupos.co.id mengatakan," Berkaitan dengan Covid19 di Kota Lubuklinggau untuk penanganan kita sudah mencari suatu solusi selain membuka barak eks covid dulu artinya rumah sakit, rumah sehat Silampari 2 dan rumah sehat Silampari 3 sudah diaktifkan kembali itu untuk penanganannya,"katanya.


Nanan menambahkan untuk pencegahannya kita sangat sulit dikarenakan Kota Lubuklinggau denyutnya sama seperti Kabupaten Musi Rawas dan Kabupaten Musi Rawas Utara.


"Kalau siang setengah penduduk di Kota Lubuklinggau diisi oleh orang-orang dari daerah disekitar kita jadi bukan berarti kita melarang tapi itulah resiko sebagai Kota jasa,"ungkapnya. 


Disisi lain maka kita perlu rapat tadi, untuk itulah kita sudah siapkan Insya Allah minggu ini akan masuk vitamin baik vitamin c maupun vitamin d yang akan kita bagikan terkhusus tenaga kesehatan, untuk yang terpapar dan masyarakat yang memang membutuhkan.


Nanan menjelaskan yang kedua untuk penanganan rumah sehat Silampari 2 dan rumah sehat Silampari 3 dan poin yang ketiga yakni kita melihat bahwa swab ini hasilnya dibawah ke Palembang makan waktu cukup lama, TCM adalah durasi diagnosa yang terbilang cukup cepat, seseorang dapat langsung didiagnosa apakah positif covid19 atau tidak.


TCM kita yang ada di rumah sakit Siti Aisyah terbatas kita menunggu ketriknya dari pusat lama karena rumah sakit Siti Aisyah mengurusi Musi Rawas, Muratara, Empat Lawang dan Lubuklinggau juga tapi itu terbatas.


"Kita sudah MOU dengan RS Ar Bunda Lubuklinggau untuk swab kita analisa di RS Ar Bunda Lubuklinggau jadi sudah berjalan itu terjadi ada sedikit penurunan karena trackingnya kita bisa dapat cepat sebagai contoh orang yang diswab hari ini dia akan ketahuan hasil swabnya seminggu lagi sama saja tidak ada hasil karena dia sudah beredar kemana-mana sehingga menambah lagi tapi jika diketahui sehari itu minimal tidak dikeluarganya saja ditracking jadi tidak menyebarkan pada yang lain dan inilah solusinya dalam penanganan covid19 ini,"jelasnya.


Yang ke empat ini kejadian kemarin malam, saya menghimbau kepada masyarakat Kota Lubuklinggau kalau yang punya gejala sesak nafas cepat-cepat kerumah sakit atau ke Bandiklat, puskesmas untuk melaporkan karena kita akan buka jaringan itu supaya mereka jangan khawatir untuk datang kerumah sakit untuk dirawat dan kejadiannya ada yang sudah parah, masuk rumah sakit, dirontgen, diswab tidak sempat dan meninggal dunia.


"Rapid test tidak bisa menjadi pegangan yang konkrit, yang bisa itu swab dan rontgen tapi kalau mereka dirawat dirumah sakit, Bandiklat gratis semuanya jadi mereka bisa diketahui sejak dini, jangan takut tidak sembuh, Insya Allah akan sembuh dan jangan takut kerumah sakit apabila nanti ada yang meninggal dunia takut dikubur secara protokol kesehatan, kalau nantinya dikuburkan dalam kondisi sesuai protokol kesehatan boleh dipindahkan kalau positif pun boleh asalkan mereka bisa menjamin protokol kesehatan seperti yang dilakukan oleh Walikota Jambi pakai APD lengkap, dikuburkan ditanahnya sendiri dan apabila tidak mampu dikuburkan saja dipemakaman umum Lestari dan pemakaman itu juga punya Pemerintah Kota Lubuklinggau secara Agama kita sudah bekerjasama dengan MUI,"tutupnya. (Galsa)