SMA Al Ikhlas Lubuklinggau Batasi Wali Santri yang Berkunjung di Masa Pandemi -->

Advertisement


 

SMA Al Ikhlas Lubuklinggau Batasi Wali Santri yang Berkunjung di Masa Pandemi

SANGRAJAWALI
Tuesday

Star7tv.Online | Lubuklinggau - Sejak terdampaknya pademi Corona/covid19 berlangsung ini di SMA Al Ikhlas Lubuklinggau dari awal belajar seperti biasa dan tidak ada pengurangan jam, baik itu siswa maupun gurunya.


Kepala SMA Al-Ikhlas Lubuklinggau sumatera selatan H Zaitar Rosyidi mengatakan, "Sekitar sebulan yang lalu terjadi peningkatan signifikan pademi covid19 ini kita mengambil langkah yang konkrit yaitu membatasi, mengatur wali santri yang berkunjung, kami buat batas yang jelas mana para wali santri yang masuk kesekolah ini,"katanya, Selasa (13/10/2020).


Zaitar menambahkan bahkan untuk aturan kita santri tidak boleh bersentuhan, itukan aturan oleh karena kebiasaan anak kepada orang tuanya pasti mau cium tangan, berpelukan sementara disisi lain diperaturan disini itu tidak boleh, itu tantangan berat dan berangsur-angsur wali santrinya telah mengerti.


"Untuk pelajarnya kita atur satu meja satu kursi walaupun kita tidak terlalu signifikan untuk membatasi jumlah santri sesuai dengan jarak satu meter setengah dengan satu dan yang lain,"ungkapnya.

Ia menjelaskan untuk gurunya dua minggu yang lalu, untuk minggu pertama seluruh guru yang berasal tempat tinggalnya didalam pondok pesantren, minggu ketiga dan keempat ini seluruh guru yang berasal dari luar pondok.


"Untuk jam belajar sebelumnya 45 menit menjadi 35 menit, tetap masuk pukul 07.00 Wib dan ada wacana kedepannya untuk Senin kita mengikuti jadwal waktu sholat, begitu Zuhur dan Ashar kita sholat sehingga kita melaksanakan sholat tepat waktu kita atur demikian,"katanya.


Kami terus sosialisasi terus kepada anak-anak, mengingatkan untuk cuci tangan, pake masker, setiap kelas ada cuci tangan, sabun, kalau anak-anak lagi istirahat kami ingatkan jangan berkerumun, jaga jarak, dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT agar kita terhindar dari balak bencana marabahaya termasuk penyakit covid19 ini dan itu yang sering kami lakukan rutin sosialisasinya kepada anak-anak santri disini,"tutupnya. (Galsa Cs)