-->

Notification

×

Iklan



Iklan





Masyarakat Kampung Seupang Desa Pajagan Kecamatan Sajira Kabupaten Lebak

Saturday | October 31, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-10-30T18:17:20Z


Star7tv.Online | Lebak - Masyarakat mempertanyakan hasil data yang di bawa team apresial yang terkait tanah masyarakat yang terkena flot Bendungan Karian. Jumat, (30/10/2020)


Menurut Mahrom bahwa dia tidak merasa memiliki tanah yang luasnya 21 Meter "Kalo emang di datanya memiliki luas tanah yang luasnya 21 Meter, harusnya saya punya SPPT nya. Atau pihak desa dan team apresial, bisa ga  menunjukan kepada saya lokasinya dan tanahnya dimana yg seluas 21 meter tersebut". ujur mahrom saat di jumpai di huntara (hunian sementara)  banjir bandang awal 2020.


Berbeda dengan pernyataan Harun "Walau di data tersebut,saya ada jumlah tanah yang selisih kekurangan 50 meter dengan SPPT miliknya, 




Tapi ada 1 catatan selain itu  bahwa luas tananya 1000 meter lebih. Padahal menurut SPPT nya, yang lain hanya ratusan meter. Walaupun yang didata dari team apresial saya ada yang berkurang dan ada yang bertamabah luas tanahnya,


"saya tidak mengharapkan demikian. Saya cuma inginkan hak saya yang sesuai SPPT yang saya miliki, karna urusan tanah itu ngeri  saya ga berani main2 dengan urusan tanah". ujur Harun,


Memang ada ke ganjialan antara data yang di bawa team apresial kemarin, karana NUB yang ada di catatan team apresial tidak sama dengan NOP yang ada di SPPT. 


Kalou disuruh samain sesuai nama jelas bikin bingung masyarakat. Karna 1 nama bisa memiliki 2 bahkan lebih SPPT nya, itu  data yang dari team apresial itu kami sesuaikan dengan nama yang mana SPPT nya. Kecuali ada kode blok tanah atau NOP nya sama dengan SPPT, mungkin masyarakat tidak bingung buat akurin data dari team apresial dengan SPPT masyarakat ujur Juhaedi,


Lebih kurang 40 KK yang berada di Kampung Seupang dan masarakat berharap kepada pemerintah setempat supaya bisa menjelaskan secara detail kepada masyarakatnya, 


agar masyrakat tidak merasa di rugikan dengan data data yang memang masyarakat tidak memiliki bidang tanah tersebut ini. (Husaeri)

×
Berita Terbaru Update