-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Usut Perkara Tanah, Warga Diarahkan Melapor Secara Hukum Perdata

Thursday | September 03, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-09-03T15:15:42Z
Aksi demo masa yang di koordinatori oleh Sanusi

Star7tv.Online | Palembang - Puluhan Masyarakat Jalan TPH Sofian Kenawas RT 29 Mekarsari, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus Palembang bersama Sriwijaya Corruption Watch (SCW) kembali lagi melakukan aksi demo di Mapolda Sumsel.

Dalam aksinya, para peserta demo meminta Polda Sumsel menyelidiki konflik antara warga sebagai pemilik kebun dengan oknum bernama Tan Eng Hok dan Abdullah Syahab. Terlebih diduga adanya keterlibatan premanisme dilokasi konflik.

"Hari ini kami kembali meminta kepada Polda Sumsel untuk melakukan penyelidikan mengenai adanya dugaan premanisme di wilayah perkebunan warga tersebut," ujar Koordinator Aksi SCW, Sanusi, Kamis (03/09/2020).

Menurutnya, tanah merupakan bagian yang tidak dapat di pisahkan bagi kelangsunfan hidup manusia dan penghidupan bagi bangsa yang mayoritas penduduknya agraris, dalam mencapai kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat, tanah bagian terpenting sebagai sarana untuk menumbuh kembangkan kebutuhan pokok.

"Kami juga minta agar Polda Sumsel dapat menerjunkan tim untuk menghentikan upaya kriminalisasi oleh oknum preman yang diduga merupakan orang suruhan yang menguasai lahan warga.

Lanjut, Selain itu, kata Sanusi, pihaknya juga meminta agar tidak ada lagi aksi penyerobotan tanah dan pengerusakan tanam tumbuh milik warga, dikarenakan tanah tersebut merupakan milik warga yang telah diusahakan selama bertahun-tahun.

"Meminta Polda Sumsel untuk memproses laporan warga mengenai penyerobotan tanah dan pengerusakan tanam tumbuh milik warga," jelasnya.

Sementara itu, Staf Humas Polda Sumsel Kompol Abu Danni yang menerima aksi massa tersebut mengatakan, bahwa pihaknya sudah menerima aksi yang sama yang kedua kalinya setelah satu minggu lalu melakukan aksi yang sama.

"Sebaiknya warga dan SCW melaporkan tuntutan mereka ini secara hukum perdata," tandasnya. (Edi pirang)
×
Berita Terbaru Update