Ulama Akan Dampingi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Kota Lubuklinggau -->

Advertisement


 

Ulama Akan Dampingi Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19 di Kota Lubuklinggau

SANGRAJAWALI
Monday


Star7tv.Online | Lubuklinggau - Satuan Tugas (satgas) penanganan covid-19 kota lubuklinggau adakan rapat koordinasi dan evaluasi terkait penanganan jenazah Covid-19 di aula Kodim 0406 MLM, senin (7/9). Rapat ini dilakukan, setelah pengurus MUI menyampaikan keluhan terkait penanganan jenazah pasien Covid-19 yang tidak sesuai syariat islam.

Rapat dipimpin sekertaris Daerah (sekda) kota Lubuklinggau, H Rahman Sani dan dihadiri perwakilan dari Polres Lubuklinggau,perwakilan dari Kodim 0406 MLM, perwakilan kemenag kota lubuklinggau, pengurus MUI kota Lubuklinggau dan FKUB, diretur RS yang ada diwilayah kota lubuklinggau, Dinkes, Dinas Damkar dan penanggulangan Bencana, Diskominfo serta OPD lainnya.


Wakil Ketua III MUI kota LubukLinggau, Ustad Fahmi Atiq mengatakan hal ini mereka lakukan agar masyarakat yang ada keluarganya terpapar Covid-19 dan meninggal dunia tidak lepas dari haknya secara syariah islam. Baik saat dimandikan, dikafani islam. Baik saat dimandikan,dikafani hingga dimakamkan dengan benar.

Pihaknya juga meminta pemerintah untuk melakukan perbaikan makam di TPU tempat jenazah pasien Covid-19 untuk diperbaiki lantaran tidak menghadap kiblat.

"Alhamdulilah beberapa hal yang kita minta direspon oleh pemerintah dan kemenag serta satgas. Salah satunya perbaikan posisi kuburan yang akan segera diperbaiki karena sebelumnya tidak menghadap kiblat untuk dirubah menghadap status pasien ditentukan segera mungkin sebelum dimakamkan,meskipun ada keluhan salah satunya butuh waktu. Tapi intinya apa yang diminta MUI dan kemenkes tidak bertolak belakang," kata Fahmi.

Direktur RSSA LubukLinggau, Dr Charlie yang hadir dalam kesempatan itu juga memastikan penangam Covid-19 sesyai ketentuan. Dimandikan, disalatkan dan ketika masuk peti posisi jenazah miring.


Sementara juru Bicara (jubir) satgas Covid-19 dr jeanita A purba saat rapat menjelaskan terkait proses pengambilan swab tes yang memang membutuhkan waktu. Bahkan di RSSA saja ungkapnya, butuh waktu 5-7 jam dan belun lagi yang dilakukan di BBLK palembang bisa 7-14 hari.

Usai rapat sekda H Rahman Sani memyimpulkan , beberapa saran yang disampaikan MUI terkait penanganan jenazah pasien covid19 yang harus diperbaiki akan segera diperbaiki. Mulai dari penanganan jenazah covid19 agar kedepan sesuai syariat islam serta terkait posisi makam pasien covid19 yang tidak mengahdap kiblat namun justru membelakangi kiblat. Hal ini segera mereka tindaklanjuti dalam waktu dekat.

Pihaknya juga sudah sampaikan ke pihak rumah sakit pasien harua dipastikan betul pasien yang meninggal terkomfirmasi positif covid19 atau tidak. Meskipun memang ada beberapa kendala di lapangan setelah dikuburkan hasil swab baru keluar. Tapu kedepan mudah-mudahanan tidak ada lagi karena kita sudah lakukan antisipasi.

"Saya yakin semua sudah makaimal tapi berdasarkan laporan masyarakat penanganan jenazah pasien covid-19 dirumah sakit perlu kita sikapi dan evaluasi, ya kita laksanakan. Kita juga minta pihak rumah sakit pilih petugas yang paham dan mengerti. Apalagi kedepan, ada ulama yang akan mendampingi saar penanganan jenazah pasien covid19. Begitu juga soal makam, akan segera kita perbaiki," jelasnya. (Galsa/Tim)