Tepat 1 September 2020 Dibukanya Pelayanan Uji Kir, Sebabkan Kemacetan di Jalan Kol H Burlian Palembang -->

Advertisement


 

Tepat 1 September 2020 Dibukanya Pelayanan Uji Kir, Sebabkan Kemacetan di Jalan Kol H Burlian Palembang

SANGRAJAWALI
Tuesday

Kemacetan yang terjadi di jalan Kol. H Burlian Palembang depan Kantor Kir

Star7tv.Online | Palembang - Sejumlah kendaraan terpantau ramai di Jalan Kolonel H Burlian Palembang, kendaraan tersebut terpantau memajang mau memasuki Kantor Pengujian Kendaraan Bermotor atau Uji Kir milik Dinas Perhubungan Kota Palembang, Selasa (01/09/2020).

Ramainya kendaraan yang melakukan antri di Kantor Uji Kir tersebut karena tepat pada hari ini tanggal 1 September 2020, pengujian kendaraan bermotor mulai di buka karena adanya pembaruan menggunakan sistim uji emisi sehingga kendaraan ramai untuk mengantri dan akhirnyq menyebabkan kemacetan di Jalan Kolonel H Burlian Palembang.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Palembang Agus Rizal mengatakan, uji kir bagi pemilik kendaraan yang ingin mengujikan kendaraannya layak atau tidak,dengan sistem uji emisi.

"Kapasitas perhari kita akan lakukan 200-250 kendaraan, hari ini karena hari pertama jadi memang membludak ramai," ujar Agus Rizal saat di konfirmasi oleh media star7tv.


Namun Agus memastikan bagi pemilik kendaraan yang ingin melakukan uji kir dapat dilakukan hingga hari Sabtu.

Uji yang tidak menggunakan manual yaitu dengan memfoto empat sudut kendaraan, dan akan mendapatkan output berupa Smart Card sebagai hasil pengujian.

"Identitas hasil pengujian, di tempel stiker bercode, yang menunjukkan memang sudah di uji kir," terangnya.

Tahun ini juga, sistem pembayaran kir juga mengalami perubahan jadi non tunai, bekerja sama dengan Bank Sumsel Babel .

Hal ini mendorong agar tidak terjadinya kebocoran dan berkurangnya peredaran uang tunai dalam masa pandemi.

Agus berharap dengan adanya uji kir ini dapat menambah PAD dengan perolehan Rp 2 miliar, yang saat ini baru terealisasi sebesar Ro 600 juta.

"Tahun 2020 ini, tarif uji kir yang dulunya Rp 42.000 menjadi Rp 100.000 tahun ini," tandasnya. (Edi pirang)