Pasca Banjir Bandang, Kodim 1304/Gorontalo Dirikan Posko Penampungan Dapur Umum dan Kesehatan -->

Advertisement


 

Pasca Banjir Bandang, Kodim 1304/Gorontalo Dirikan Posko Penampungan Dapur Umum dan Kesehatan

SANGRAJAWALI
Tuesday


Star7tv.Online | Gorontalo - Bencana Banjir Bandang, kembali memporakporandakan beberapa desa di wilayah di Provinsi Gorontalo. Kali ini beberapa desa tepatnya di wilayah Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone Bolango yakni Desa Kaidundu Barat, Desa Mopuya, Desa Mamunggaa, Desa Mamunggaa Timur Rusak di terjang banjir bandang. Senin (07/09/2020)

Kesiapsiagaan Bencana Banjir yang selalu dilaksanakan oleh Jajaran Kodim 1304/Gorontalo, bertujuan untuk memberikan penanganan serta memulihkan kondisi pasca bencana yang kini dilakukan secara terpadu, cepat dan tepat sasaran sesuai arahan Dandim 1304/Gorontalo Letkol Inf Donny Ardiwidha, dengan mengerahkan seluruh personel Koramil 1304-05/Bone Pante yang berkedudukan di Desa Bilungala, Kecamatan Bone Pantai, Kabupaten Bone Bolango, untuk segera melaksanakan penanggulangan di Lokasi Bencana.


Data yang diperoleh dari Danramil 1304-05/Bone Pante Letda Inf Djen Maksud, bahwa Bencana Banjir Bandang ini terjadi akibat hujan lebat sehinga menyebabkan aliran sungai yang ada meluap dan menerjang perkampungan disekitarnya, beruntung bencana ini tidak sempat menimbulkan korban jiwa.

Kerugian materiil, 2 unit Rumah di Desa Kaidudundu Barat, 6 Unit Rumah di Desa Mopuya, 10 Unit Rumah di Desa Mamunggaa dan 53 Unit Rumah Di Desa Mamunggaa Timur rusak berat.

Personel Koramil 1304-05/Bone pantai hingga saat ini masih melakukan pemulihan di lokasi bencana yaitu dengan melaksanakan pembersihan serta mendirikan Posko Penampungan, Dapur Umum dan Kesehatan.


Kodim 1304/Gorontalo, selalu berupaya tercepat dalam menangani bencana agar masyarakat merasakan kehadiran serta perhatian pemerintah terhadap penanganan kepada para korban banjir sehingga para korban banjir segera mendapatkan pertolongan serta bantuan untuk mengurangi beban penderitaan yang mereka rasakan saat tertimpa bencana Alam. (Yosh)