Keadilan Itu Mana Pak Kades??? Warga Desa P.Bengkalak Mengeluh Proposal Mereka Tak Mau Diteken Karena Dianggap Tak Searah -->

Advertisement


 

Keadilan Itu Mana Pak Kades??? Warga Desa P.Bengkalak Mengeluh Proposal Mereka Tak Mau Diteken Karena Dianggap Tak Searah

SANGRAJAWALI
Friday

Star7tv.Online | SIMEULUE - Perilaku sewenang-wenang dan diskriminasi dari seorang oknum PAW Kepala Desa Pulau Bengkalak semakin manjadi-jadi terhadap warganya sendiri karena dianggap telah melaporkannya kepada Pemkab Simeulue terkait kasusnya dengan Rosmaidar. 

Pada hari Rabu (16/09)  beberapa orang dari warga Desa Pulau Bengkalak berniat mengajukan proposal kepada Dinas terkait di Pemkab Simeulue dan meminta tanda tangan kepala desa dalam surat rekomnya, Wanda salah seorang warga setempat dengan niat baik berinisiatif untuk membantu mengurus surat-surat masyarakat tersebut, 

Wanda pun membawa proposal itu ke Kantor Desa Pulau Bengkalak untuk ditanda tangani dan dicap kepala desa, sampai dikantor desa Wanda menyerahkan proposal tersebut kepada kepala desa, sebahagian ditanda tangani dan dicap kepala desa namun ada beberapa proposal antaranya atas nama Adnir, Jaswin dan Dasman tidak mau diteken dan dicap oleh kepala desa tersebut.

Alasannya,karena mereka telah melaporkannya kepada Pemkab Simeulue dan tidak sepaham dengan kepala desa, sehingga proposal milik warga yang dianggap lawannya tak jadi diajukan kepada dinas terkait wargapun kecewa atas sikap pilih kasih dan tidak adil dari kepala desa tersebut.

Beberapa warga yang merasa dizalim dan diskriminasi menyampaikan rasa kecewanya kepada awak media, "PAW kades kami semakin semena-mena dan tak menjalankan tugasnya sesuai Tupoksi dan sumpah jabatannya, prihal pribadi dihubungkan dengan tanggung jawab selaku kepala desa,

"Bahkan kami perhatikan jabatannya dibuat alat untuk aksi perlampiasan balas dendam terhadap kami yang dianggap lawannya hari ini, padahal kalau diingatnya kami-kami inilah yang berjuang sehingga hari ini dia menjabat PAW Kepala Desa Pulau Bengkalak, namun setelah terpilih dan dilantik kami dianggap bukan siapa-siapa dan orang lain yang kini menjadi rekanan dan diuntungkannya,

"Hari ini kami dimusuhi dan dibenci bahkan diintimidasi karena dianggap telah melaporkannya, padahal jika dibaca dan dicermati surat tersebut dengan pikiran tenang dan positif mungkin salah paham ini tidak terjadi, kami menyampaikan surat kepada Pemkab Simeulue bukan melaporkannya sehingga merasa terancam jabatannya, kami hanya meminta kejelasan dan keadilan sesuai surat laporan sikorban yaitu Rosmaidar," Ungkap warga. 

Sambung mereka,"Saat ini kami dibenci dan diperlakukan tidak adil dan dihambat rezeki kami, tak masalah tapi Allah SWT maha melihat dan mengetahui, sebenarnya sebelumpun mencuat kasusnya ini dia sudah berbuat tidak adil dan pilih kasih, dia hanya memproritaskan para aparatnya contohnya saja rehab rumah yang menerima bukan yang layak mendapatkan tapi para pemangku jabatan didesa, tak percaya silahkan dinas terkait dan inspektorat turun ke desa dan selidiki itu, apa benar apa tidak akan terbukti sendiri. Kami masyarakat hanya penonton saja, 

"Kami masyarakat miskin ini tak punya kekuatan untuk berbuat tapi kami punya Tuhan, biarkan hari ini mereka berbuat sesuka hati dan menikmati hasilnya namun yakinlah  suatu saat kezaliman ini akan ada ganjarannya dari Allah SWT dan kami sangat percaya Allah itu Maha adil dan Maha melihat," Tutup mereka.

Sikap dan tindakan yang menyimpang dari Tugas Pokok dan Fungsi dari Kepala Desa serta menyalahgunakan wewenang dan jabatan tentunya telah menyalahi aturan dan Undang-undang yang ada antaranya UU RI No. 6 Tahun 2015 dan Peraturan Pemerintah serta Permendagri. 

Semoga Keadilan Dapat Ditegakkan Tanpa Pandang Bulu Walau Langit Akan Runtuh. (Eko)