Anakku Sayang Anakku Malang, Seorang Anak yang Menderita Hedrosefalus Sudah Jalani Operasi di Usia 4 Bulan -->

Advertisement


 

Anakku Sayang Anakku Malang, Seorang Anak yang Menderita Hedrosefalus Sudah Jalani Operasi di Usia 4 Bulan

SANGRAJAWALI
Monday


Star7tv.Online | Makassar - Pina Anggraeni yang beralamat di Dusun Rannaya, Kel. Tolo Barat Kec. Kelara Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan. Menurut penuturan ibu Pina, Anriani ( 24 tahun ), anaknya lahir 28. 08 2018 dalam keadaan normal.

Awalnya Pina seperti bayi lainnya, sehat montok juga menggemaskan tetapi setelah usia 4 bulan baru curiga bahwa anaknya ada kelainan karena lehernya masih tetap lemas dan tidak mampu menoleh ke kiri kanan. Berawal dari itu hingga Anriani membawa Pina ke RS Anwar Makkatutu Kabupaten Bantaeng bagian syaraf.

Ternyata kecurigaan Anriani benar karena Pina di vonis oleh dokter mengidap Hedrosefalus yaitu penumpukan cairan pada kepala. Spontan Pina langsung di rujuk ke RS Wahidin Sudiro husodo Makassar. Tentu saja pada waktu itu ayah Pina, Rahman ( 25 ) tahun panik bercampur sedih karena pada waktu itu baru mau mengurus BPJS mandiri. Setelah beberapa hari mengurus akhirnya Pina pun dibawa ke Makassar untuk mendapat perawatan lanjut. Akhirnya Pina langsung mendapat respon oleh dokter bedah syaraf untuk di operasi.


Setelah beberapa hari pasca operasi dokter mengatakan bahwa operasi Pina gagal dan harus di operasi ulang. Tentu saja Anriani spontan kaget sambil melihat anaknya dengan rasa kasihan sambil bertanya dalam hati, apa mungkin diusia empat bulan sudah harus menjalani nasib seperti ini apalagi luka anaknya belum sembuh terus mau dioperasi lagi, tuturnya lagi dengan persaan sedih.

Akhirnya operasi ke dua dianggap berhasil dan Pina sudah diperbolehkan pulang dengan catatan harus kontrol setiap bulan dengan maksud agar selang yang tertanam di kepala Pina bisa diketahui apakah tetap berfungsi mengeluarkan cairan agar tidak terjadi penumpukan cairan di kepala.

Pina Anggraeni saat di RS menunggu jadwal operasi

Sangat disayangkan, ternyata belum sebulan selang tersebut sudah buntu dan lebih ironis lagi, orang tua Pina ternyata tidak mampu membayar iuran pembayaran BPJS. Rahman yang hanya bekerja sebagai sales minyak gosok jangankan membayar iuran, untuk makan sehari hari saja masih menumpang sama mertua.

Setelah dua tahun baru awak media mengetahui, itupun informasi dari masyarakat dan langsung mendatangi rumah orang tua Pina. Benar saja keadaan Pina semakin buruk dengan kepala membengkak. Setelah mendengar dari orang tua Pina, awak media terus mendatangi Dinas Sosial yang kebetulan ketemu dengan Pendamping BPNT, Ruslan Daeng Rola bersama Tim SLRT, Sijaya.

Dalam pertemuan itu, akhirnya sepakat untuk membantu Pina membayar tunggakan iuran BPJS bersama Lurah Tolo Barat, Muh. Jafar Arif sebesar satu juta enam ratus ribu rupiah. Setelah terbayarkan barulah Pina di bawa ke Rumah Sakit untuk di operasi agar selang yang tertanam di kepalanya bisa dibuka atau difungsikan kembali.

Akhirnya Pina berhasil menjalani operasi yang ke tiga dan kondisinya sekarang sudah semakin membaik.

Orang tua Pina mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang membantu anaknya dan tetap berharap uluran tangan pemerintah juga para dermawan untuk tetap membantu meringankan beban hidup, tuturnya penuh harap. (Mhad Pananrangi)