Wawako Lubuklinggau Bersama 3 Pilar Sosialisasi Protokol Kesehatan -->

Advertisement


 

Wawako Lubuklinggau Bersama 3 Pilar Sosialisasi Protokol Kesehatan

SANGRAJAWALI
Tuesday


Star7tv.Online | Lubuklinggau - 3 pilar kamtibmas lubuklinggau lakukan sosialisasi peraturan wali kota (perwal) dan razia gabungan dalam rangka menertibkan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan dalam rangka memutus mata rantai covid-19 di wilayah kota lubuklinggau sumsel senin (24/8) dimulai pukul 19:30 Wib sampai 22:30 wib.

Kegiatam ini dipimpin oleh wakil wali kota Lubuklinggau H Sulaiman Kohar didampingi kapolres AKBP Mustopa, Dandim 0406/MLM, Letkol Inf Erwinsyah taufan serta sekda kota lubuklinggau H A Rahman Sani.



Kegiatan yang juga melibatkan satpol PP, Dinas penanaman Modal, pelayanan Terpandu satu pintu,Camat,Lurah,Damkar ini dilaksanakan dalam rangka tindak lanjut hasil rapat evaluasi penanganan pandemi Covid-19 kota Lubuklinggau,pasalnya lonjakan kasus Covid-19 yang meningkat sehingga kota lubuklinggau menjadi daerah dengan Resiko Tinggi atau Zona Merah.

Razia dan sosialisasi dilaksanakan disepanjang jalan protokol kota lubuklinggau, mulai dari masjid agung assalam,kemudian mengarah ke simpang RCA dengan menyusuri pertokoan dan tempat no nongkrong di lokasi tersebut.



Penyusunan berlanjut hingga sampai ke Foodcout. Sepanjang penyusuran lokasi-lokasi yang dianggap rawan masyarakat, baik nongkronf maupun makan, ada sejumlah warga yang kedapatan tidak menggunakan masker dengan berdalih ketinggalan.

Tim terdiri TNI,Polri,Satpol PP langsung memberikan tindakan rinfan berupa hukuman push up 10 kali serta teguran dan peringatan agar tetap memakai masker.

Wawako menyampaikan dalam rangka penerapan perwal Nomor 31 Tahun 2020 tentang pedoman penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pecegahan dan pengendalian corona virus disease 2019 yang merupakan turunan dari inpres 6 Tahun 2020 tentang peningkatan disiplin dan penegakan Hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian corona Virus Disease 2019. Dimana point dendan diantaranya jika perorangan melangar perwal tersebut dapat didenda maksimal Rp. 500 ribu, dan untuk tempat usaha didenda makaimal Rp. 5 juta dan akam diberlakukan mulai pada tanggal ditetapkan yakni senin 24 agustus 2020.



"Ditempat usaha, kita minta mereka menyediakan tempat cuci tangan,himbauan agar memakai masker dan menjaga jarak," kata sulaiman kohar.

Setiap malam akan ada petugas yang mengecek apabila melanggar akan diberikan saksi teguran, denda dan kerja sosial sedangkan untuk pelaku usaha yang melanggar juga akan diberikan teguran,saksi denda, kerja sosial sampai penutupan tempat usaha bila melanggar. (Galsa/Tim)