Kades Potanga: Bantuan Ganda, Wajib Dikembalikan -->

Advertisement


 

Kades Potanga: Bantuan Ganda, Wajib Dikembalikan

SANGRAJAWALI
Thursday

Kepala Desa Potanga Hamzah M. Mato

Star7tv.Online | Gorontalo - Penerima bantuan ganda PKH, BPNT, dan BST kini mulai terkuak satu persatu, hal ini terungkap dari pengakuan ibu Rumah Tangga penerima bantuan sebut saja NT (30) dan NN (33), keduanya warga desa Potanga Kecamatan Boliyohuto Kabupaten Gorontalo kepada awak media ini, Senin (3/8).

NT (nama samaran) adalah seorang ibu rumah tangga terdaftar sebagai penerima bantuan BPNT atau Bantuan Pangan Non Tunai sejak tahun 2019 mengaku bahwa suaminya juga adalah penerima Bantuan Sosial Tunai atau BST.

Sama halnya dengan NT, NN (nama samaran) juga mengaku bahwa suaminya telah menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) padahal dirinya adalah penerima PKH dari tahun 2018, “Saya penerima PKH dari tahun 2018, tetapi kami juga penerima BST” ungkapnya lugu.

Keduanya juga menjelaskan bahwa tidak ada pemberitahuan dari pemerintah desa tentang larangan penerima bantuan ganda baik itu PKH, BPNT, BLT dan BST. “Pemerintah Desa tidak mengarahkan atau meminta kami untuk memilih salah satu bantuan, sehingga kami menerima bantuan ganda tersebut.” Tutup kedua ibu rumah tangga yang enggan namanya disebutkan.

Sebagaimana Surat edaran Kementerian Sosial Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin tertanggal 17 April 2020, Nomor 1579/6/DJ.01/04/2020, Bahwa Bantuan Sosial Tunai atau BST diberikan kepada keluarga misskin, tidak mampu dan/atu rentan terkena dampak covid-19 diluar BPNT dan PKH. Maka surat edaran ini harusnya menjadi rujukan pemerintah desa untuk mengusulkan penerima BST yang terdaftar sebagai penerima PKH dan BPNT kepada Kemensos dialihkan kepada masyarakat yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) untuk menghindari penerima bantuan ganda.

Saat dikonfirmasi diruang kerjanya Kepala Desa Potanga Hamzah M. Mato mengatakan bahwa pihaknya telah mengingatkan berulang kali kepada warganya yang merasa dirinya penerima bantuan ganda agar  segera melaporkanya kepada Pemerintah Desa, “Kami sudah mengingatkan masyarakat berkali kali dengan sukarela menyampaikan penerima bantuan ganda”.

Lebih lanjut ia (Kepala Desa-red) menjelaskan, “saya selalu mengingatkan, Jika ada penerima bantuan ganda, maka mereka wajib memilih salah satu bantuan mana yang akan mereka terima, akan tetapi hanya beberapa orang saja yang tidak kooperatif, sebagian besarnya yang mengaku penerima ganda telah kami perbaiki” ungkapnya sambil menunjukkan beberapa nama yang telah diperbaiki.

Masyarakat yang telah menerima bantuan ganda,  kepala desa tiga periode ini menegaskan, “Penerima PKH dan BPNT yang telah menerima BST saya minta agar mengembalikan salah satu bantuan yang telah mereka terima, karena masih banyak warga masyarakat yang membutuhkan”. Imbuhnya. (Muhlis)