Dirgahayu 75 Indonesia, Tetap Mengedepankan Pancasila dan Budipekerti yang Luhur -->

Advertisement


 

Dirgahayu 75 Indonesia, Tetap Mengedepankan Pancasila dan Budipekerti yang Luhur

SANGRAJAWALI
Friday

Star7tv.Online | Bangka Belitung - 75 tahun Indonesia merdeka, angka yang belum dapat dikatakan fantastik dibanding negara lain yang mengumandangkan kemerdekaan nya jauh lebih dulu seperti Amerika, Jerman dan yang lainnya  ataupun negara yang tidak pernah di jajah seperti thailan dan yang lainnya. Tetapi kemajuan Bangsa Indonesia tidak kalah majunya diberbagai bidang dan tatanan kehidupannya dengan negara - negara tersebut.  Dirgahayu Indonesia 17 Agustus 1945 sampai dengan 17 Agustus 2020.

Dalam usia ke 75 tahun Indonesia merdeka dari era kerajaan hingga ratusan tahun bangsa ini dijajah oleh kaum pedagang dari berbagai  belahan dunia hingga Belanda yang menjajah dan membelokan sejarah bangsa di Nusantara hingga detik-detik dikumandangkan nya kemerdekaan Indonesia oleh para tokoh bangsa yang setiap 17 Agustus kita selalu peringati hingga kini. Hendaknya kita di usia 75 tahun bangsa ini merdeka lebih dapat mengisi kemerdekaan sesuai cita - cita luhur para leluhur bangsa dan pendiri bangsa Indonesia dalam membangun kesatuan dan persatuan serta tidak tergoyahkan oleh paham manapun.

Sebagai bangsa Indonesia yang besar kita sangat beruntung karena rakyat Indonesia dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas hingga pulau rotte sampai hari ini masih tetap teguh menjunjung kesatuan dan persatuan dengan lintas suku, lintas agama dan lintas kebudayaan dalam situasi apapun yang terjadi di NKRI ini secara baik, benar, bermartabat, beretika dan bermoral," agar kita tidak mudah dipecah belah oleh bangsa - bangsa yang ingin menguasai kekayaan bumi Nusantara dengan cara apapun juga.

"Indonesia yang merupakan negara kepulauan yang sangat dikenal dengan berbagai adat ketimuran nya, sejak bernama Nusantara. Bangsa yang terkenal dengan kerendahan hatinya serta memiliki Budi pekerti yang luhur telah menjadi branding Nusantara sejak abad para raja - raja Nusantara yang telah terkenal sejak dulu hingga kini, Baik sejak tatanan kerajaan Hindu, Budha, hingga kerjaan Islam Nusantara yang merangsek masuk ke pulau Jawa dan ke pulau - pulau lainnya, sejak zaman tersebut hingga kini fakta di lapangan telah membuktikan kehalusan Budi pekerti para pendahulu leluhur Nusantara bahkan saat itu belum dikenal istilah toleransi tetapi ruh nya telah berjalan dan tertanam dalam asimilasi dan kulturasi dalam menyikapi budaya, baik budaya baru dengan budaya lama yang harus tetap dapat sejalan.

Budi pekerti yang diwariskan oleh para leluhur Nusantara secara turun temurun itu berada pada puncaknya saat bangsa Nusantara menata diri untuk melepaskan dari lingkungan dan tekanan bangsa penjajah,"

Kekayaan Budi pekerti yang telah diwariskan secara turun temurun itu melahirkan satu bangsa yang kuat dan berbudi luhur dalam merepresentasikan sikap dan keteguhan bangsa Indonesia walaupun untuk menjadi bangsa yang besar diperlukan falsapah dan idiologi yang kuat dan berbudi pekerti yang luhur. Pada masa sebelum dikumandangkan nya kemerdekaan Indonesia. Lweat satu kelompok yang bernama PPKI ada tiga anak bangsa yang cerdas dan menjadi tokoh bangsa Indonesia hingga kini yaitu ; Ir. Soekarno, M Yamin dan Soepomo terbentuklah lima sila sebagai dasar acuan berbangsa dan bernegara yang hingga detik ini, yaitu PANCASILA.

Pancasila menjadi satu prasasti dan tolak ukur peradaban Bangsa Indonesia yang selalu harus ditanamkan disemua lapisan rakyat Indonesia dimasa kini, masa yang akan datang dan hingga dunia ini berakhir. Nusantara memiliki kekayaan budaya yang berbudi pekerti luhur serta memiliki nilai - nilai kehidupan yang tinggi dan menjadi dasar berdirinya bangsa Indonesia serta sebagai dasar kemajuan Bangsa ini dimasa - masa yang akan datang.

Di dirgahayu kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 75 ini hendak nya seluruh bangsa Indonesia semakin kuat dan kokoh dalam menjadikan Pancasila sebagai sumber dari segala sumber yang harus di Amalkan di eksplorasi, dipelajari agar PANCASILA tetap mampu menghadapi tantangan zaman di era globalisasi ini. Dirgahayu NKRI ke 75.

Dr. Suriyanto.Pd.SH.MH.Mkn


Publikasi by (Abang hans)