Akibat Dampak Pandemi Covid-19, Janda di Palembang Bertambah Banyak -->

Advertisement


 

Akibat Dampak Pandemi Covid-19, Janda di Palembang Bertambah Banyak

SANGRAJAWALI
Wednesday

Kepala Kementerian Agama Kota Palembang H. Denny

Star7tv.Online | Palembang - Kementerian Agama Kota Palembang H Deni Priansyah mengatakan, angka perceraian di masa pandemi saat ini semakin menungkat dari sebelumnya. Hal ini di anggap di picu masalah ekonomi dan kurangnya pengetahuan agama.

"Hak yang paling utama adalah mengenal faktor ekonomi, Iya, faktor ekonomi ini sangat mempengaruhi dari stabilitas keluarga di karenakan ekonomi ini menyangkut masalah pekerjaan.

Sehingga banyak sekali masyarakat kita yang harus putus pekerjaan dan sebagian lagi di rumahkan," katanya ketika dibincangi oleh awak media star7tv, Rabu (19/08/2020).

Menurut Denny, selain ekonomi, faktor pencarian dipicu karena kurangnya pengetahuan agama, sehingga antara satu sama lain yang tidak punya rasa syukur kemudian tingkat kesadarannya rendah kemudian meningkatnya emosi. "Akhirnya, Iya itu tadi adanya perceraian," terang Denny.

Menurut data dari Pengadilan Agama mengenai tingkat perceraian yaitu meningkat menjadi 25 persen dari bulan-bulan yang sebelumnya.

"Saya membenarkan data tersebut karena adanya laporan dari pihak Pengadilan Agama mengenai tingkat perceraian di Kota Palembang saat ini," beber Denny.

Apapun yang dilakukan pihak Kementerian Agama yaitu mengarahkan pihak keluarga maupun calon pengantin melalui Badan Pembinaan Perkawinan yaitu selalu memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada calon pengantin maupun yang sudah berkeluarga melalui majelis taklim dan penyuluhan.

Dengan demikian, Efek dari upaya yang sudah dilakukan oleh Pihak Kementerian Agama Kota Palembang yaitu belum menentu. Kemudian, harapannya untuk keluarga yang bercerai di tengah masa pandemi Covid-19 ini agar sabar serta berusaha terus untuk lebih baik lagi dan tawakal kepada Allah," tandasnya. (Edi pirang)