Pemberitaan Oknum Brimob Ancam Wartawan Jadi Polemik -->

Advertisement


 

Pemberitaan Oknum Brimob Ancam Wartawan Jadi Polemik

SANGRAJAWALI
Sunday


Star7tv.Online | Belinyu - Adanya pemberitaan yang di terbitkan dari salah satu media online , yang berjudul " Oknum Brimob Ancam Wartawan Terkait Pemberitaan Tambang Ilegal di Laut Mantung" sehingga menjadi polemik dan pertanyaan, Sabtu (18/07/2020).

Akhir-akhir ini daerah Kecamatan Belinyu khususnya di laut Mantung, punai, kusam, berok memang menjadi perbincangan publik , pasalnya SPK PT.Timah dari Dua CV yang ada di wilayah tersebut sudah habis.

Mengenai masalah oknum anggota Brimob yang berinisial (PN) yang diduga sudah mengancam wartawan yang muncul di salah satu media online , maka awak media sergapnews.id langsung menghubungi PN melalui telpon seluler dan berhasil mengajak ketemunya di salah satu Cafe di daerah semabung lama.

PN, saat begitu diwawancara oleh awak media Sergapnews.id mengenai dugaan pengancaman terhadap wartawan salah satu media online yang sempat menjadi perbincangan publik Hari ini, kemudian juga di sebut membekingi tambang, ia pun membantah atas dugaan  tersebut ke pada awak media .

"Saya sebagai anggota brimob polda babel tidak merasa sebagai pengurus tambang di belinyu, saya adalah anggota aktif yang patuh kepada pimpinan saya dan saya bukan berasal dari belinyu, jadi menurut saya  oknum  wartawan itu  ( M) hanya mendapat kabar dari seseorang yang mungkin saja saya kenal dan bisa juga tidak kenal dengan orang yang memberikan informasi itu dan ada kemungkinan orang yang memberikan informasi itu punya niat tidak baik terhadap saya hingga membawa nama koorp / institusi saya,
Sekali lagi saya sampaikan dengan tegas bahwa saya tidak pernah mengancam oknum wartawan manapun..karena bagi saya wartawan atau media adalah saudara saya, karena ada juga keluarga saya yang berprofesi sebagai wartawan.

Lanjutnya lagi ,saya sudah cek siapa yang menuliskan tudingan di media online itu , sampai pagi tadi informasi yang saya dapat bahwa nama wartawan itu juga tidak ada dalam box redaksi media itu.
Terakhir Nama Maulana itu baru ada di box redaksi media itu siang tadi..kita punya kok buktinya," jelasnya.

Kemudian PN yang di dampingi rekannya ini juga menambahkan bahwa mereka akan berunding lagi nantinya mau dibawa kemana pemberitaan itu, apakah akan dilaporkan ke Dewan Pers atau bagaimana kami akan diskusikan lagi dan Kami masih berikan kesempatan jika ada perbaikan atas berita itu dan terselesaikan dengan cara kekeluargaan,"tutupnya. (Abang hans)