Sungguh Keji Pria Paru Baya Tega Cabuli Siswi Kelas 6 SD -->

Advertisement


 

Sungguh Keji Pria Paru Baya Tega Cabuli Siswi Kelas 6 SD

SANGRAJAWALI
Thursday


Star7tv.Online | Palembang - Bambang Iwan Suseno (40) tahun warga Kecamatan IB I Palembang tega melakukan aksi bejat terhadap anak temannya sendiri.Kasus ini terungkap setelah Bambang dilaporkan SZ (43) tahun,orang tua korban melapor ke Polrestabes Palembang atas kasus Cabul.

Menindaklanjuti laporan tersebut,Unit Perempuan Perlindungan dan Anak (PPA,Polrestabes Palembang langsung menangkap pelaku saat berada dikediamannya,Rabu (22/07/2020),sekitar pukul 21.30 WIB.

Meski sempat panik,Bambang pun dengan tertunduk malu langsung digelandang petugas PPA ke Polrestabes Palembang atas ulahnya. "Benar pelaku kita tangkap atas kasus cabul anak di bawah umur,pelajar Kelas 6 SD ",ungkap Kasat Reskrim AKBP Nuryono melalui Kasubnit PPA Hj Fifin Sulaiman,Kamis (23/07/2020).

Fifin mengatakan,dari keterangan pelaku saat diperiksa,aksi bejat pelaku sudah dilakukannya terhadap korban sejak tahun 2018 lalu. "Hampir 10 kali pelaku melakukan aksi bejatnya terhadap korban.Dimana pelaku tiap akan melakukan aksinya selalu mengiming-ngimingi uang sebesar Rp 20 ribu ",ungkapnya.

Lanjut Fifin,aksi bejat itu pun dilakukan Bambang di kawasan Unsri,tepatnya di belakang lapangan Bulu Tangkis. "Saat lokasi sepi,saat itulah pelaku melancarkan aksinya.Dan mengajak korban kelokasi tersebut ",ungkapnya.

Selain mengamankan pelaku,petugas juga mengamankan barang bukti berupa,pakaian yang dikenakan pelaku saat melakukan aksi bejat tersebut. "Atas ulahnya pelaku dijerat UU Perlindungan Anak di bawah umur dengan ancaman 15 tahun penjara ",tegas Fifin kepada awak media star7tv.

Sedangkan pelaku Bambang ketika ditemui di ruang PPA hanya tertunduk malu atas perbuatan yang ia lakukan.Ia pun mengakui perbuatannya. "Saya tertarik pak dengan korban.Jadi saya khilaf.Jujur pak sudah 10 kali saya melakukan aksi itu dan setiap melakukan aksi tersebut saya iming-imingi dengan uang Rp 20 ribu ",tandasnya. (Edi pirang)