SEMANGAT PARA PETANI MUKIM ARABAN, LATIUNG PINJAM PAKAI LAHAN PERSAWAHAN -->

Advertisement


 

SEMANGAT PARA PETANI MUKIM ARABAN, LATIUNG PINJAM PAKAI LAHAN PERSAWAHAN

SANGRAJAWALI
Monday


Star7tv.Online | SIMEULUE - Sangat luar biasa antusias dan animo masyarakat (Mukim Araban) menyambut Program Pemerintah Daerah Kabupaten Simeulue dalam HUMASA SEBBEL - KHUMAHA HEBA tahun 2020 ini.

Salah satunya dilokasi persawahan (Blang) Desa Latiung Kecamatan Teupah Selatan, terlihat jelas areal ini sedang digarap para petani baik masyarakat setempat maupun masyarakat dari desa tetangga antaranya Desa Trans Jernge dan Trans Baru (Transmigrasi UPT I Latiung) kaum bapak dan kaum ibu bersama-sama turun kesawah dan saling bahu-membahu dalam membersihkan dan mengolah lahan persawahan yang ada.

Awalnya lahan persawahan tersebut dalam keadaan bersemak dan tak diurus maupun diolah sekian tahun belakangan ini oleh pemilik lahan dikarenakan kesibukan berbagai kegiatan lain yaitu berkebun dan melaut. Melihat hal itu pemerintah Desa Latiung melalui Kepala Desanya TARMIN,HS memberikan peluang pinjam pakai lahan kepada masyarakat dari lain desa yang berkeinginan bertani dilahan masyarakat Desa Latiung yang tak terpakai itu.

Mendapat peluang tersebut masyarakat dari Transmigrasi yang memang berjiwa petani dan punya pengalaman dalam bercocok tanam padi selama ini segera memanfaatkan kesempatan yang ada, mereka berbondong-bondong sejak sebulan lalu membersihkan dan menggarap lahan yang terlantar sehingga menjadi bersih dan siap tanam seperti saat ini.




Namun ada sedikit rasa ke khawatiran di hati dan pikiran mereka para peminjam lahan, seperti yang disampaikan beberapa warga yang sempat diwawancarai dilokasi. Minggu, 19/07/2020

"Pertama kami sangat berterimakasih kepada Pemerintah dan Kepala Desa Latiung yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk menggunakan lahan ini, namun kami merasa sedikit khawatir. Takutnya, setelah lahan bersih dan bagus kami tak diijinkan lagi kedepannya untuk bertani disini oleh pemilik lahan sehingga susah payah kami selama ini membersihkan lahan dari semak belukar menjadi sia-sia,"Ungkap mereka.

"Kami berharapa kepada Pemerintah Desa Latiung agar sekiranya dapat membuat suatu perjanjian antara kami dengan pemilik tanah yang diketahui oleh pemerintah kedua desa, dengan demikian kami punya kekuatan masing-masing pihak dan tidak menimbulkan hal-hal tak diinginkan dikemudian hari. Harapan kami minimal dapat kami kelolah selama 3 tahun kedepan,"Lanjut mereka.

"Kami juga berharap kepada Pemerintah Kabupaten Simeulue atau bapak Bupati Simeulue agar kiranya dapat memberikan kami lahan persawahan secara tetap atau menjadi hak milik kami dilokasi mana saja sesuai ketetapan pemerintah nantinya, Kami sangat mendukung program ini dan kami memang petani, cuma lahan kami tidak punya sedang dilokasi Transmigrasi yang tersedia lahan perkebunan dan itu sudah penuh kami tanami dengan berbagai jenis tanaman selain padi,"Ungkap mereka.

"Demikian harapan kami baik kepada Pemerintah Desa Latiung juga Pemerintah Kabupaten Simeulue terutama kepada bapak Bupati Simeulue, semoga kami dilirik dan dihiraukan dalam perihal lahan persawahan yang sangat kami butuhkan saat ini,"Tutup warga Transmigrasi penuh harap ada kebijakan.


Semoga kedepanya Pemerintah Kabupaten Simeulue dapat memberikan solusi dan menyediakan lahan kepada mereka yang memang berjiwa petani dan bersungguh-sungguh dalam bertani, sehingga Swasbada Pangan Simeulue dapat terwujud nyata ditangan mereka para pekerja keras bukan karena keterpaksaan. (Eko)