Puluhan Wartawan Senior Bangka Belitung Bentuk Wadah Jurnalis 99 -->

Advertisement


 

Puluhan Wartawan Senior Bangka Belitung Bentuk Wadah Jurnalis 99

SANGRAJAWALI
Thursday


Star7tv.Online | Pangkalpinang - Puluhan wartawan senior Bangka Belitung yang bekerja di beberapa lembaga/perusahaan pers era tahun 90-an akhir (1999) di wilayah Bangka Belitung, bertempat Ishadi Cual lantai II jalan Ahmad Yani No. 46 Pangkalpinang, Rabu 1/7/2020 sepakat membentuk wadah  silaturrahmi yang beri nama Jurnalis Babel 99.

Pertemuan secara aklamasi ini memilih Zamhari sebagai ketua, dan Syawaludin sebagai sekretaris, serta Mahdalena selaku bendahara.

Tokoh pers Babel, Irwanto, dalam kesempatan tersebut menegaskan, hadirnya Jurnalis Babel 99 tak bermaksud menciptakan semacam stigma yang eksklusif  terhadap insan pers di Bangka Belitung.

Namun, kata mantan Pimred dibeberapa media lokal ini, menjelaskan, Jurnalis Babel 99 yang beranggotakan para pekerja pers era tahun 90-an ini, lahir dari kepedulian ingin memberikan sumbangsih terhadap kemajuan Provinsi Bangka Belitung,  yang tak dipungkiri, juga terbentuk berkat  gigihnya perjuangan para pekerja pers di era tahun 1999 waktu itu.

Kita (wartawan) yang ada ketika itu, tak terbantahkan adalah bagian dari perjuangan itu (berdirinya Provinsi Bangka Belitung)," ujar Irwanto yang kini menjadi ASN di Bagian Humas Protokuler Pemprov Bangka Belitung.

Ia menambahkan, secara internal Jurnalis Babel 99 adalah wadah silaturrahmi dan tempat berdiskusi para tokoh pers  untuk memberikan  kontribusi terhadap kemajuan Bangka Belitung.



Tokoh pers Babel ini dalam kesempatan tersebut menegaskan, hadirnya Jurnalis Babel 99 tak bermaksud menciptakan semacam stigma yang eksklusif  terhadap insan pers di Bangka Belitung.

Namun, kata Irwanto, Jurnalis Babel 99 yang beranggotakan para pekerja pers era tahun 90-an ini, lahir dari kepedulian ingin memberikan sumbangsih terhadap kemajuan Provinsi Bangka Belitung,  yang tak dipungkiri, juga terbentuk berkat  gigihnya perjuangan para pekerja pers di era itu.

"Kita (wartawan) yang ada ketika itu, tak terbantahkan adalah bagian dari perjuangan itu (berdirinya Provinsi Bangka Belitung)," ujar Irwanto yang pernah menjadi Pemimpin Redaksi Bangka Ekspres, Rakyat Pos dan Pangkalpinang Pos ini.

"Secara eksternalnya kita juga ingin memberikan sumbangsih bagi terciptanya kehidupan pers yang kondusif di Babel. Bahkan tak menutup kemungkinan juga jika wadah ini nantinya akan bermetamorfosa menjadi lembaga penerbitan pers," ujar Irwanto.

Mantan Humas RSUD Pangkalpinang ini juga mengungkapkan, diakui atau tidak, maraknya kehidupan pers di Bangka Belitung secara faktual dimulai pada era ini (tahun 1999).

"Pada era ini terbit beberapa media lokal yakni Suara Bangka, disusul Bangka Pos, Bangka Ekspres, Babel Pos, Rakyat Pos dan beberapa media yang terbit berafiliasi dengan PT Timah Tbk yakni Majalah Stania, Integritas dan lainnya. Terbitnya media-media ini yang kemudian berkontribusi melahirkan para wartawan lokal Babel,"ujarnya

Sementara itu Ketua Jurnalis Babel 99 terpilih, Zamhari mengatakan, salah satu rekomendasi yang disepakati dalam pertemuan tersebut adalah menjadikan Jurnalis Babel 99 sebagai wadah perjuangan berdirinya Museum Pers Bangka Belitung.

"Langkah dan realisasinya akan dibahas lebih terarah lagi dalam pertemuan yang dikhususkan untuk itu," ujar Zamhari yang memulai karir kewartawanannya di media terbitan lokal Tabloid Suara Bangka, Bangka Ekspres hingga media terbitan nasional yakni Media Indonesia.

Mantan Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah ini menambahkan, rekomendasi  tentang usulan pembangunan Meseum Pers Babel, dalam waktu cepat akan disampaikan kepada Gubernur Bangka Belitung, DPRD Provinsi Bangka Belitung dan pihak terkait lainnya.

Sebelumnya, pertemuan para tokoh pers sempat berlangsung alot. Khususnya ketika membahas seputar penamaan wadah tersebut.

Dari enam alternatif nama yang diajukan, akhirnya forum menyepakati   Jurnalis Babel 99 yang diajukan Ichsan Mokoginta Dasin sebagai wadah perkumpulan tokoh pers Babel tersebut.

Ichsan yang hingga sekarang masih menggeluti dunia pers dan bekerja untuk BABELREVIEW ini mengatakan, nama Jurnalis Babel 99 yang diusulkan tersebut selain simple, juga tidak terkesan eksklusif dan tidak berpihak ke salah satu media mana pun yang ada ketika itu.

"Nama ini sudah mengejawantahkan seluruh awak media dari lembaga pers yang ada ketika itu. Walaupun pada dasarnya diakui mayoritas yang tergabung dalam wadah ini adalah besutan dari Suara Bangka dan Bangka Ekspres," kata pemilik nama pena Amang Ikak ini.

Ichsan juga menambahkan, hadirnya Suara Bangka dan Bangka Ekspres memiliki peran yang besar terhadap kelangsungan kehidupan pers Bangka Belitung di era sekarang.

Sebab kata dia, pasca tidak terbitnya lagi Suara Bangka dan Bangka Ekspres di awal tahun 2000, hampir seluruh awak redaksi dari kedua media itu selanjutnya turut memperkuat media-media ternama di Babel seperti Bangka Pos, Babel Pos, Rakyat Pos bahkan sebagiannya turut andil merintis dan berkiprah di media cetak dan online yang menjamur di Babel saat ini.

Pembentukan wadah silaturrahmi tokoh pers bernama Jurnalis Babel 99 juga dihadiri Anggota DPRD Babel Toni Purnama yang pernah bekerja di SKM Terabas, tokoh pers asal Bangka Barat Davitri, Alif Firmansyah dan Sardi, wartawan senior Erer di Toboali, mantan wartawan Bangka Pos Anton Kibar, Mamaq Dudah, dan Ichsan Mokoginta Dasin, serta sejumlah punggawa Suara Bangka dan Bangka Ekspres Irwanto, Sorif, Ismail Muridan, Erwansyah, Syamsumin Jauhari, Syawaludin, Maulana, Rozi, Bagong S, Zamhari, Mahdalena, Rahmad Jaya, Suahaimi, Mustari, Pendi dan Bambang. (Ril)