Profil Rumah Produktif Indonesia -->

Advertisement


 

Profil Rumah Produktif Indonesia

SANGRAJAWALI
Friday

"Menjayakan Indonesia lewat kolaborasi produktivitas anak bangsa"

Pendahuluan

Sejak Indonesia merdeka, pembicaraan tentang manusia Indonesia umumnya berkisar terkait “manusia merdeka”, “manusia berkarakter”, “manusia berkebudayaan”, dan lain sebagainya. Masih kurang dibicarakan dan dikembangkan gerakan sosial untuk menciptakan manusia produktif berbasis pada peminatan manusia yang sangat luas dan beragam.

Pada 18 Maret 2020, hari ke-16 setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus Covid-19 di Indonesia, pengajar cum penulis Yanuardi Syukur menginisiasi grup Whatsapp “Produktif di Rumah” dengan tujuan saling-menguatkan anak bangsa di masa krisis pandemi covid-19. Selanjutnya bergabung jurnalis Hidayat Doe yang mengajak rekan lainnya dalam grup tersebut serta mengusulkan pergantian nama grup menjadi “Rumah Produktif”. Yanuardi Syukur menyempurnakannya dengan nama “Rumah Produktif Indonesia” dengan pijakan kegiatan pada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.


Visi dan Misi

Visi RPI adalah “Menciptakan Manusia Indonesia berkarakter dan produktif dalam berbagai bidang berbasis pada jaringan global warga negara menuju kejayaan bangsa Indonesia.”

Adapun misinya adalah: (1) Wadah berkumpulnya manusia Indonesia untuk belajar, berkawan, dan berbagi kepada sesama, (2) Wadah kolaborasi manusia Indonesia yang berdampak positif pada lingkungan sekitar dan bangsa Indonesia, dan (3) Wadah diplomasi budaya manusia Indonesia untuk menciptakan kehidupan global yang damai, aman, dan sejahtera.


Motto

Belajar, Berkawan, Bergembira.

Kolaborasi


Selama 4 bulan berdiri (Maret-Juli 2020), RPI telah berkolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah (Komisi Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah/KNEKS), lembaga profesi (Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia, Asosiasi Ilmu Politik Indonesia Cabang Maluku Utara), kampus (Center for Strategis Policy Studies (CSPS) SKSG UI, Pusat Manajemen Syariah Universitas Medan Area, YAPIS Takalar, IAIN Curup Jambi, Dema Pascasarjana UIN Alauddin, Universitas Wahid Hasyim/Unwahas, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, FIB UI) dan komunitas (Perkumpulan Warga Muda, Education Youth Forum, 22 Foundation, Yayasan Nurul Haramain, IELTS Master, Yasya, Matahati, Yayasan Literasi Kita Indonesia, Rumah Peradaban, Center for Islamic and Global Studies (CIGS), Panrita.Id, K.U.S, Forum Lingkar Pena Cabang Gowa, Global Youth Indonesia, Rumah Cinwa, dan Otti Chips). Berbagai kolaborasi tersebut dilakukan secara dinamis dalam bentuk kerja sama kegiatan dan supporting kegiatan.

Selain itu, berita dan tulisan anggota RPI juga dimuat di beberapa media seperti Detik Indonesia, Marijang.id, Klik Hijau, Fajar, Keizalin News TV, Times Indonesia, Teropong Malut, Kejar Fakta, Putra Pos, Purnama News, Star7 TV, terkini.id, Antaranews Sumbar, dan lain sebagainya.


Kegiatan


RPI mengadakan berbagai kegiatan yang semuanya diorientasikan untuk meningkatkan produktivitas manusia Indonesia dalam segenap aspeknya dengan berpijak pada berbagai jenis kecerdasan manusia. Diharapkan kegiatan RPI dapat membangkitkan potensi “raksasa tidur” yang ada dalam diri manusia Indonesia untuk menjadi manusia produktif, kontributif bagi bangsa, dan memberikan manfaat bagi masyarakat global.

Pemateri kegiatan RPI sangat beragam mulai dari pejabat pemerintah, swasta, dan warga negara. Sedangkan peserta kegiatan RPI terdiri dari banyak kalangan, mulai dari ibu rumah tangga, guru, dosen, peneliti, tentara, diplomat, pebisnis, politisi, aktivis, penulis, jurnalis, influencer, dokter, mahasiswa, dan lain sebagainya. 


Struktur & Jaringan


Pada tingkat DPP, RPI terdiri dari presiden/chairman/ketua umum yang dibantu oleh 6 ketua DPP bidang kebangsaan (divisi-divisi: pembinaan ideologi Pancasila, politik & pemerintahan, lingkungan & perubahan iklim, pengembangan potensi maritim, pertahanan & keamanan, moderasi beragama, dan hukum & advokasi); bidang kecakapan hidup (divisi-divisi: talenta global, Chinese school, English school, Arabic school, Korean school, riset & kepenulisan, dan public speaking); bidang humas dan bisnis (divisi-divisi: humas, website rpi.or.id, kolaborasi anak muda & influencer, entrepreneurship, RPI Press, dan RPI charity); bidang penguatan karakter (divisi-divisi: kesehatan masyarakat, keguruan & pendidikan, partnership pendidikan, pengembangan literasi, parenting school, dan bimbingan & konseling); bidang jaringan dalam negeri (34 provinsi), dan bidang jaringan luar negeri (10 negara: Libya, Turki, Mesir, Amerika Serikat, Jerman, Selandia Baru, Sudan, Australia, Jepang, dan Lebanon); sekjen, wasekjen dan bendahara.


Penutup


RPI hadir sebagai bentuk kolaborasi baru anak bangsa Indonesia di masa pandemi pada dekade ketiga abad ke-21. Kolaborasi lintas etnik, agama, dan afiliasi ini merupakan upaya melanjutkan perjuangan para tokoh bangsa Indonesia dalam menyatukan segenap potensi anak bangsa untuk sama-sama meningkatkan kualitas diri dengan menjadi pribadi produktif yang selanjutnya berkontribusi kolaboratif untuk kejayaan bangsa Indonesia dan kehidupan masyarakat global

IG: @rumahproduktifindonesia
FB: Rumah Produktif Indonesia
Website: www.rpi.or.id (underconstruction)