Pernyataan Sikap Tokoh Masyarakat Tokoh Agama dan Lsm Terkait Greenzone -->

Advertisement


 

Pernyataan Sikap Tokoh Masyarakat Tokoh Agama dan Lsm Terkait Greenzone

SANGRAJAWALI
Wednesday


Star7tv.Online | Pangkalpinang - Terkait banyaknya pemberitaan di media online dan laporan masyarakat  tentang adanya praktek Perjudian berkedok Game Ketangkasan di kota Pangkalpinang, Ormas Front Melayu Babel Bersatu (FMBB) membuat surat pernyataan, Rabu (14/7/2020).

Tujuh pernyataan sikap FMBB menolak adanya tempat perjudian di kota Pangkalpinang yang di dukung oleh, Ormas-ormas Islam, Majlis Taklim Yang tergabung di FMBB dan serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, para Alim Ulama, Ustadz, Habaib, Pendeta, ikut menanda tangani surat pernyataan sikap sebagai bentuk dukungan.

SURAT PERNYATAAN SIKAP FRONT MELAYU BABEL BERSATU (FMBB) 

Sehubungan dengan beredar luasnya informasi ditengah masyarakat yang semakin meresahkan bahwa dibukanya sejumlah arena perjudian yang berkedok permainan ketangkasan di Kota Pangkalpinang,  maka kami menyatakan sikap sebagai berikut:

1.Apapun dalih dan kedoknya perjudian jelas bertentangan dengan Syariat Islam dan aturan yang berlaku saat ini.

2.Mendesak Pemerintah Kota Pangkalpinang mencabut izin arena perjudian berkedok permainan ketangkasan dan apapun bentuk dan jenis setiap perjudian.

3.Mendesak Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk tidak coba-coba menerbitkan izin permainan ketangkasan dan bentuk lainnya yang jelas dan nyata-nyata hanya sebagai kedok untuk menutupi aktivitas sesungguhnya yakni perjudian.

4. Sebagai wujud keseriusan bersama maka kami mendesak agar Pemerintah Kota Pangkalpinang dan DPRD Pangkalpinang menerbitkan Peraturan Daerah (Perda)  Kota Pangkalpinang Anti Judi atau Pelarangan Perjudian dengan segala bentuk dan jenisnya. Sehingga Pangkalpinang menjadi kota yang aman,  relegius dan insyaAllah diberkahi Allah SWT.

5. Mendesak agar pihak kepolisian dan aparat terkait segera menutup tempat perjudian tersebut dan memproses pemilik dan operatornya sesuai dengan hukum yang berlaku selambat-lambatnya 3 (tiga)  hari setelah surat pernyataan ini disampaikan.

6. Meminta segenap elemen ummat untuk terus mempetkuat ukhuwah Islamiyah dan terus berupaya agar Kota Pangkalpinang khususnya dan Babel umumnya terbebas dari perjudian,  minuman keras (miras)  dan berbagai penyakit masyarakat (Pekat)  lainnya.

7. Apabila pernyataan sikap ini tidak ditanggapi dan direspon dengan memenuhi tuntutan penutupan dan memproses pemilik dan operator perjudian tersebut maka,  kami bersama seluruh elemen ummat Islam akan menggelar aksi penutupan setiap tempat maksiat yang ada di Kota Pangkalpinang.

Abdurrahman yang biasa di sapa Mang Rahman selaku ketua FMBB saat di wawancarai oleh sidaknews.com mengakatakan, semua ormas islam dan majlis taklim yang tergabung di dalam FMBB meminta agar Walikota Pangkalpinang segera mencabut izin usaha serta menutup tempat perjudian yang berkedok game ketangkasan.

"Iya kita semua sudah rapat bersama dengan para ormas, majlis, tokoh masyarakat dan tokoh agama yang ada di kota Pangkalpinang kita juga sudah sepakat agar kota pangkalpinang bersih bebas dari praktek perjudian kita meminta agar kepala daerah Walikota Pangkalpinang mencabut izin serta segera menutup tempat perjudian berkedok Game Ketangkasan," Ungkapnya

Mang Rahman menambahkan, "dengan kesepakatan bersama FMBB membuat surat pernyataan, terdiri dari tujuh pernyataan untuk di sampaikan ke.

1.DPRD Pangkalpinang
2.MUI Pangkalpinang
3.MUI Babel
4.DMI Pangkalpinang
5.DMI Babel
6.Polresta Pangkalpinang
7.Polda Babel
8.Lam Babel
9.Media Cetak Dan Online.

Surat pernyataan di tanda tangani oleh, Para Ulama, Habaib, Ormas Islam, Majlis, Pendeta dan Tokoh Masyarakat

"Kami berharap surat pernyataan yang kami buat ini segera di tanggapi, apabila tidak di respon secepatnya maka sesuai dengan poin no 7. Apabila pernyataan sikap ini tidak ditanggapi dan direspon dengan memenuhi tuntutan penutupan dan memproses pemilik dan operator perjudian tersebut maka,  kami bersama seluruh elemen ummat Islam akan menggelar aksi penutupan setiap tempat maksiat yang ada di Kota Pangkalpinang.


"Kita semua mengetahui pada bulan Februari 2020 Pangkalpinang di gemparkan oleh pemberitaan di media-media adanya penggerebekan oleh tim Mabes Polri di salah satu game ketangkasan, bernama Green zone di wilayah kota Pangkalpinang, pada pertengahan bulan juni, 12 pegawai Green zone yang di tangkap di nyatakan bersalah di kenakan pasal 303 kasus perjudian dan di ponis 6 bulan penjara, sekarang baru-baru ini kita membaca berita di beberapa media online serta mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada game ketangkasan yang buka kembali yang membuat resah masyarakat pangkalpinang, jadi bukan alasan lagi tempat tersebut emang sudah jelas tempat perjudian, kami berharap pernyataan sikap yang kami buat bersama ini agar segera di tindak lanjuti," tutupnya. (Abang hans)