Mahasiswa UBB Ilmu Politik Laksanakan Kegiatan Webiner -->

Advertisement


 

Mahasiswa UBB Ilmu Politik Laksanakan Kegiatan Webiner

SANGRAJAWALI
Wednesday


Star7tv.Online | Bangka Belitung - Mahasiswa Universitas Bangka Belitung (UBB) Ilmu Politik, laksanakan kegiatan Webinar Bidang Politik melalui aplikasi ZOOM Meeting, (29/7/2020) rabu pukul 09.00 Wib.

Dalam kegiatan webinar mengusung Tema "PILKADA DAN PANDEMI : TANTANGAN PEMILIH SERENTAK PADA ERA NEW NORMAL" di ikuti Dimas Saputra (Mahasiswa Ilmu Politik UBB) sebagai Moderator dan di hadiri 1. Ranto, S.ip.,M.A (Dosen Ilmu Politik UBB) 2. Agam Primadi, M.ip (Dosen LB Ilmu Politik UBB) 3. Andrew (Presiden Mahasiswa UBB)4. Peserta join Webinar sebanyak -+ 47 orang dalam Zoom Meeting. Sebagai peserta kegiatan Webinar.

Ranto, S.ip., M.A selaku Dosen Ilmu Politik serta peneliti Demokrasi dan Pemilu UBB, dalam diskusi menyampaikan," yang kita khawatirkan tidak hanya era new normal namun era normal sebelum pandemi pun sudah menjadi tantangan pada saat pilkada., masyarakat untuk lebih waspada terhadap praktik politik uang jelang Pilkada 2020, Di tengah melemahnya kondisi ekonomi Indonesia akibat pandemi Covid-19, politik uang menjadi praktik yang lebih rawan terjadi,"ungkapnya.

Ranto menambahkan," Dalam kondisi ini masyarakat memerlukan bantuan sehingga ada kekuatan baru untuk memberikan uang atau memberikan barang tapi sebagai kepentingan politik, penelitian yang saya lakukan 1480 orang di tiga kabupaten (babar,  bateng dan basel)  menunjukan bahwa partisipasi pemilih sebanyak 84 % - 90 %, Partisipasi politik yang akan menggunakan hak pilih nanti terkontaminasi dengan money politik, karena sangat berbahaya sekali problem nya adalah kita tidak perangkat untuk menangkal hal ini, Saya menyoroti bawaslu apakah mempunyai data misalnya potensi money politik itu terjadi dimana,  serta menyarankan kalau kita mau meningkatkan kualitas demokrasi maka netralitas ASN harus dilaksanakan,"jelasnya.

Agam Primadi, M.ip selaku Dosen LB Ilmu Politik UBB, menyampaikan," terkait proses pilkada kita ketahui bahwa yang sebelum nya di laksanakn bulan september di undur pada bulan Desember 2020, ada beberapa aspek yang saya sampaikan:

• Penyelenggaran pemilu terkesan di paksakan , karena di tengah pandemi saat ini sehingga pelaksanaannya nanti kurang maksimal

• saya berharap penyelenggaraan Pilkada Serentak 2020 tdk menjadi kegiatan menakutkan dan mengkhawatirkan bagi masyarakat sehingga tetap diimbau agar berperan aktif.

• Partisipasi pemilih,  saya melihat akan sangat mengalami penurunan karena masyarakat mengikuti protokol kesehatan pada saat pilkada nanti.

• Penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu),saya berharap memang berada di pihak yang netral,

• Peserta pemilu dengan sangat mudah memperkenalkan diri dengan menggunakan sistem bantuan sosial saat pandemi Covid-19 untuk berkampanye ditengah masyarakat," ungkapnya.

Sedangkan, Andrew selaku Presiden Mahasiswa UBB, mengatakan," Ada 4 kabaputen yang akan melaksanakan pilkada serentak tahun 2020, tentunya berbeda pada pelaksanaan pilkada sebelumnya , disini saya menyampaikan Beberapa persektif mahasiswa dalam memandang pilkada serentak 2020 di tengah pandemi Covid-19 :

• Kita mahasiswa sebagai garda terdepan,  mungkin peran mahasiswa dalam mengedukasi pentingnya pendidikan politik sehat sangat dinanti masyarakat agar terjadinya Politik yang Jurdil

• Pada saat pemungutan suara pentingnya protokol kesehatan,  tentunya harus ada pembatasan jumlah petugas maupun pemilih di TPS serta mempertimbangkan Aspek kesehatan.

• Pemanfaatan digital di era kampanye, gaya pilkada/berkampanye yang berkaitan dengan bersosial media tentunya harus di gunakan secara positif dan kita sebagai mahasiswa harus menjadi garda terdepan dalam menciptakan politik yang sehat,"tutupnya. (Abang hans)