Kapolda Sumsel Terbitkan Maklumat Larangan Penyalahgunaan Sajam -->

Advertisement


 

Kapolda Sumsel Terbitkan Maklumat Larangan Penyalahgunaan Sajam

SANGRAJAWALI
Monday


Star7tv.Online | Palembang - Semakin maraknya kasus tindak pidana yang disertai pemberatan hingga menimbulkan korban jiwa dalam sepekan terakhir ini membuat masyarakat Sumatera Selatan menjadi resah.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Supriadi mengatakan, dilihat dari banyaknya tindak pidana pembunuhan dengan menggunakan senjata tajam akibat penyalahgunaan senjata tajam, maka Polda Sumsel mengeluarkan Maklumat Larangan Penyalahgunaan Senjata Tajam.

Sikap tegas tersebut terulang pada Maklumat Kepala Kepolisian Daerah Sumsel dengan Nomor : Mak/06/VII/2020. Tentang Larangan Penyalahgunaan Senjata Tajam," kata Supriadi, Senin (27/07/2020).

Menurutnya,dalam rangka memelihara keamanan dan ketertiban umum, Kapolda Sumatera Selatan menilai perlu mengeluarkan Maklumat tersebut agar tindak pidana yang disertai pemberatan dengan menimbulkan korban jiwa dapat diminimalisir sebaik mungkin.

"Dalam Maklumatnya Kapolda Sumsel menyebutkan setiap orang dilarang dengan maksud untuk menjaga diri bukan dalam profesinya membawa sajam, senjata pemukul dan senjata lainnya yang dapat melukai, mencenderai dan membahayakan orang lain, sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951," tegasnya.

Selain itu, kata Supriadi, maklumat tersebut dimaksudkan agar dapat menjaga keamanan dan ketertiban dalam bernasyarakat dengan cara mematuhi aturan yang berlaku dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum seperti penganiyayaan, pengeroyokan, pembunuhan, jambret, begal, premanisne serta tindak pidana lainnya.

"Dilarang main hakim sendiri. Penyesalan masalah sebaiknya dilaksanakan secara bermusyawarah dan kekeluargaan dengan melibatkan tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama serta perangkat pemerintah lainnya seperti, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Kades ataupun diselesaikan melalui jalur hukum," tandasnya. (Edi pirang)