Gugus Tugas Covid-19 Kota Lubuklinggau Akan Lakukan Swab Test Massal -->

Advertisement


 

Gugus Tugas Covid-19 Kota Lubuklinggau Akan Lakukan Swab Test Massal

SANGRAJAWALI
Tuesday


Star7tv.Online | Lubuklinggau - Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Lubuklinggau sumatra selatan, akan segera melakukan swab test massal. Hal ini sesuai syarat yang harus dipenuhi GTPP Kota Lubuklinggau, untuk bisa melakukan rapid test atau swab tes sebanyak 2 persen, dari jumlah penduduk di kota Lubuklinggau.

Hal ini disampaikan oleh Ketua GTPP Covid-19 Kota Lubuklinggau, H SN Prana Putra Sohe saat dibincangi, Senin (13/7/2020).

Selain untuk memenuhi syarat untuk menuju New Normal, hal ini juga dilakukan karena gugus tugas tidak ingin lengah.

Menurut Nanan sapaan akrab H SN Prana Putra Sohe ini, walaupun berdasarkan kategori penyebaran Kota Lubuklinggau saat ini rendah dan sudah masuk dalam zona orange, mereka tidak ingin lengah.

Bahkan diakui Nanan, di Lubuklinggau saat ini spesimen yang diperiksa kosong, tapi sekali lagi mereka tidak ingin terlena karena mereka belum memenuhi 2 persen swab tes yang diminta.
Gugus tugas ingin penyekatan sebagai pencegahan tetap dilaksanakan, namun recovery atau pemulihan ekonomi juga bertahap dilaksanakan dengan memperhatikan penerapan protokol kesehatan.

“kota Lubuklinggau kalau dilihat dari jumlah penduduknya saat ini, 2 persennya itu butuh 4.000 orang yang kita rapi test atau swab test. Sampai kemarin sudah 2.500, sehingga kitu butuh lebih kurang 1.500 lagi yang di swab atau rapid test. Kalau saya lebih cenderung swab test,” kata Walikota.

Mulai kemarin melalui puskesmas, RSUD hingga RS Swasta diungkapkan Nanan akan melakukan swab tes kepada seluruh yang terindikasi seperti ibu hamil, memiliki penyakit hingga Lanjut Usia. Hasil ini lanjutnya, untuk bahan pertimbangan mereka melihat sejauh mana epidemiologi Kota Lubuklinggau.

"Dari diskusi kita kemarin sebetulnya yang paling utama itu ada tiga, yaitu pertama kesadaran atau pemahaman masyarakat terhadap Covid-19, kedua kesiapan dari sektor kesehatan, petugas, APD, sarana dan prasarana serta ketiga pemerintah yang terus meningkatkan kedisiplinan masyarakatnya. Dan ketiganya ini sudah kita lakukan dengan melakukan penyekatan walaupun kita sudah rendah, penyemprotan disinfektan dan sekaligus mengedukasikan masyarakat dan rutin melakukan razia,” jelasnya.

Selain segera melakukan swab test massal, GTPP juga dalam waktu dekat bersama Polres dan TNI akan membahas terkait pelaksanaan sekolah, hajatan dan kegiatan lainnya. Mereka ingin mempertimbangkan, apakah sudah bisa dibuka kembali atau belum.

Mereka sudah mempertimbangkan, seperti sekolah boleh dibuka di wilayah tertentu yakni di wilayah Jukung, Air Kati atau Rahma tapi ternyata kendalanya gurunya pun banyak dari luar daerah sana. Lalu mengenai hajatan, mereka juga mempertimbangkan ketika warga mengajukan izin bisa memastikan kursinya berjarak dan tidak ada prasmanan hingga organ tunggal, tapi pengawasannya juga tetap sulit.

"Makanya dalam waktu dekat wacana ini akan kita bahas. Hasilnya, kita tunggu keputusan bersama, apakah diperbolehkan namun dengan pengetatan atau kita tiadakan dulu. Untuk sekarang sekolah masih daring dan hajatan belum boleh,” tegasnya. (Galsa)