Wujudkan Sub Penyalur BBM dan Evaluasi HET LPG -->

Advertisement


 

Wujudkan Sub Penyalur BBM dan Evaluasi HET LPG

Thursday


Star7Tv.Online | Berau - Guna mewujudkan dan memberi dukungan dalam mempermudah izin usaha masyarakat, pemerintah Kabupaten Berau melalui Bidang Perekonomian menggelar Rapat Pembahasan Pembentukan Sub Penyalur BBM serta Evaluasi Het LPG 3 KG, diruang rapat  Sangalaki (17/06/20) tadi siang.

Dalam arahannya, Bupati H. Muharram mengatakan ini gambaran bagaimana membuat sebuah usaha agar tidak ada gangguan sesuai dengan prosuder. Selain itu, untuk mengurangi antrian di SPBU yang selama ini ditenggarai banyak antrian karena banyak peluang bisnis bagi pengetap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Ia juga memberikan apresiasi atas gagasan untuk membuat Sub penyalur di bawah SPBU yang persyaratannya mirip membangun SPBU mini serta biayanya juga tidak terlalu besar.


Untuk Evaluasi Het LPG 3 Kg, ia menguraikan bahwa kuota LPG 3 Kg yang masuk ke Berau ini sebanyak 180 ribu tabung. Jumlah ini kemudian dibagi 3 KK dan perbulan sekitar 60 ribu, dan inipun tidak sepenuhnya dinikmati oleh warga yang berhak.

Kedepan ada gagasan agar dilakukan pendataan subsidi tertutup, agar pelanggan yang berhak dapat diberikan kartu, sehingga ketika tidak memiliki kartu berarti tidak berhak. Gagasan ini menurutnya langkah agar  LPG 3 Kg benar-benar tepat dalam penyaluran dan sasaran.

"Tujuan pemerintah menciptakan Subsidi LPG 3 kg adalah supaya warga miskin terjangkau, karena yang terjadi selama ini warga miskin membeli harga mahal karena para pedagang mulai penyalur ke sub penyalur mengecer lagi," jelasnya.

Ditempat yang sama, Wabup H. Agus Tantomo menyampaikan, sisi lain dari pembentukan Sub Penyalur BBM ini perwujudan dan dukungan pemerintah daerah khususnya dalam mempermudah izin usaha masyarakat.

Diungkapkannya, Pertamina adalah sebagai perwakilan pemerintah dalam pendistribusian BBM, dan selama ini masyarakat harus membeli di setiap SPBU khusunya dipusat kota. Tetapi bagaimana ketika ini berada diwilayah pedalaman dan pesisir, kadang ada satu atau dua SPBU yang  jaraknya lumayan jauh dan masyarakat harus antri ketika memang stok terbatas.

"kita kadang punya persoalan seperti ini,  tetapi bagaimana kedepan cabang penyaluran BBM juga dapat membuat Sub Penyalur agar mempermudah masyarakat," ungkapnya.

Hadir pada rapat  Kabag Perekonomian Setda Berau H.Kamaruddin, SE, Kepala DPMPTSP Drs.H.Syamsul Abidin, MM, Kepala Diskoperindag Hj.Wiyati, SE, M.Si,  Camat Sambaliung H.Nazaruddin, SE,  Perwakilan Satpol PP,  PT.Pertamnina dan Agen LPG 3Kg.( Fery )