Pembakaran Hutan Pinus Di Kecamatan Tibawa Gorontalo Belum Ada Tindakan Dari Dinas Kehutanan -->

Advertisement


 

Pembakaran Hutan Pinus Di Kecamatan Tibawa Gorontalo Belum Ada Tindakan Dari Dinas Kehutanan

Friday


Star7Tv.Online | Limboto - Kejadian pembakaran lahan hutan pinus yang berada di Desa Mootilango Kec. Tibawa Kab. Gorontalo masih belum di anggap selesai.

Pasalnya Kepala Dusun Bontula Desa Mootilango Kec. Tibawa Kab. Gorontalo  Melky Abdullah mengemukakan bahwa kejadian pembakaran ini sudah terjadi pada 2019 lalu, hingga pelakunya terungkap dan segala dokumentasi pembakaran di kirimkan ke Dinas Kehutanan melalui Sekretaris Desa sampai saat ini juga belum menemui hasil dan jalan keluar atas kasus ini.

Kamis,  5/6 kepada awak media Melky menuturkan bahwa lahan hutan pinus yang terbakar ada sekitar 1 Hektar lebih yang dilakukan oleh warganya MM (50). hal ini dilakukan oleh pelaku untuk memperluas lahan garapan dan telah dilaporkan oleh Pemerintah desa belum membuahkan hasil dari Dinas Kehutanan.

Terkait masalah ini Pemerintah Desa berharap agar segera menemui titik terang adanya tindakan pembakaran lahan hutan bukan persoalan yang sepele. Hutan adalah sumber kehidupan manusia, yang mengandung banyak unsur mata air jika di bakar maka itu menjadi persoalan serius.

Sekretaris desa motilango Suleman Hasan membenarkan penuturan Kepala Dusun Bontula dan mengaku telah mengirimkan dokumentasi tersebut kepada Penegakan Hukum Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan "saya (Suleman Hasan-red) telah mengirimkan dokumentasinya via WA kepada pak Zainuri Dewi dan Josep Talawo Polisi Kehutanan pada DLHK" ungkap Sekdes Motilango.

Dokumentasi tersebut tdk hanya dikirim ke DLHK tetapi di kirim juga ke PT. Gorontalo Citra Lestari sebagai pemilik konsesi Hutan Tanaman Industri agar persoalan ini ditindak lanjuti.

Di tempat terpisah Ketua Greenleaf Kabupaten Gorontalo Taufik Buhungo berjanji akan mengawal kasus ini dan mendesak Gakum DLHK Provinsi Gorontalo untuk menseriusinya sebagai efek jera "pihak kami (Greenleaf -red)  akan kawal kasus ini hingga tuntas sebagai efek jera,  apalagi tempat kejadian perkara berada di dekat kawasan objek wisata hutan pinus di desa Motilango " ungkap Upik sapaan akrabnya.

"saya khawatir jika ini dibiarkan akan berimbas ke kawasan objek wisata karena petani di Gorontalo merupakan petani berpindah sehingga hutan pinus yang menjadi ikon wisata tersebut akan mengalami degradasi " imbuhnya. (muhlis)