Cekik Ekonomi, Masyarakat Minta Pemkab Simeulue Perhatikan Nasib Para Petani -->

Advertisement


 

Cekik Ekonomi, Masyarakat Minta Pemkab Simeulue Perhatikan Nasib Para Petani

Friday


Star7Tv.Online | Kabupaten Simeulue - Dalam satu bulan lebih 1000 ton kelapa asal Nias masuk ke Simeulue penuhi pasokan idustri pabrik tepung kelapa yang berada di Desa Alus-Alus.

Harga kelapa dari luar melambung tinggi capai 3.125 rupiah perkilo gram sedang harga kelapa lokal anjlok Rp. 1.800 rupiah perkilonya bahkan lebih turun lagi.

Selain harga terjadi penekanan luar biasa juga banyak terjadi pemotongan disana-sini dengan berbagai alasan dari pihak pabrik sehingga sangat mencekik leher para petani/pekebun kelapa, pengupas, agen hingga angkutan.

Masyarakat meminta kepada pemerintah daerah agar memperhatikan nasib mereka yang mejadi budak di negeri sendiri.

Masyarakat dalam lingkaran monopoli dagang yang dilakukan oleh perusahaan pabrik tepung kelapa ibarat bak pepatah "Buah Simalakama, Dimakan Mati Bapak Tak Dimakan Mati Ibu" mau tidak mau mereka telan pil pahit demi mencari sesuap nasi.

Masyarakat terjajah ditanahnya sendiri, tertindas dari hasil jerih payahnya sendiri. Dari harga ditetapkan sesuka hati pihak pabrik ditambah lagi beban yang tak seharusnya mereka tanggung ditimpah begitu rupa hasil cuma sedikit habis terkuras dengan alasan tak masuk akal.

Tim Star7tv sedang menelusuri kasus ini, kepada pihak pemerintah yaitu Bupati, Dinas Perpajakan, Dispindag dan pihak Pabrik itu sendiri.( Eko )