Bupati Pohuwato Tetap Konsisten Restui Pasangan Islah di Pilkada Mendatang -->

Advertisement


 

Bupati Pohuwato Tetap Konsisten Restui Pasangan Islah di Pilkada Mendatang

SANGRAJAWALI
Friday


Star7Tv.Online | Gorontalo - Bupati Pohuwato Syarif Mbuinga tetap Konsisten merestui Pasangan Islah di Pilkada Pohuwato, nah selaku Ketua DPD II Partai Golkar Pohuwato, Syarif Mbuinga, mengaku sudah terlanjur memberikan restu pada pasangan Iwan Adam-Salahudin Pakaya (Islah). Sabtu, (26/6/2020).

Untuk itu, dirinya tidak akan lagi merestui Izhar Rasmin yang dikabarkan akan berpasangan dengan Iwan Adam. Menurut Syarif, Izhar Rasmin sudah pernah datang menemuinya untuk bersilaturahmi. Saat itu, dirinya mengaku menolak ketika diminta oleh tim dari Izhar untuk konferensi pers mendukung pasangan Iwan Adam-Izhar Rasmin.

Syarif mengatakan pula jangankan di Golkar, tokoh politik di luar Golkar pun akan disurvei, kompetitor lain pun akan juga menjadi bagian yang akan disurvei dalam rangka untuk menakar/mengukur sejauh mana kekuatan-kekuatan kompetitor lain sebagainya.

"Saya bilang tidak bisa. Saya sudah keluar pernyataan memberikan restu dukungan ke Iwan dan Salahudin, nanti saya dinilai tidak konsisten, tidak istiqomah, tidak serius dan cenderung pura-pura atau bermain," ujarnya.

Meskipun dirinya sudah memberikan restu pasangan kepada Islah, kata Syarif, namun yang menentukan bukan dari DPD II, tapi DPP Golkar. "Penentunya DPP. Dengan demikian, sekalipun Iwan Adam sudah membangun komunikasi dengan Salahudin dan saat bersamaan membangun komunikasi dengan pihak lain tidak salah," jelasnya.

"Lisannya saya, statemen saya sudah keluar untuk merestui Pak Iwan dan Pak Salahudin, titik. Meski kedatangan Izhar didukung oleh Partai PKS, kata dia, Golkar tetap siap menerima partai manapun yang mau bergabung. Diketahui oleh semua bahwa Partai Golkar tanpa ada juga yang bergabung memenuhi syarat kok untuk mencalonkan," ucapnya.

Ia juga mempersilakan kepada para bakal calon wakil bupati perseorangan untuk berkomunikasi dengan Golkar. "Menurutnya, Golkar menerima dari semua kalangan, termasuk yang datang bukan dari partai," paparnya.

"Mekanisme survei nanti akan mensurvei secara keseluruhan, tidak hanya kandidat yang diajukan di Partai Golkar. Jadi siapapun yang tersampaikan ke publik maupun tidak tetap akan tersurvei," tegasnya. (Zulkarnain)