Viral di Medsos Tapal Batas Atinggola, Jebol Warga Anggap Gorontalo Tak serius Lakukan PSBB -->

Advertisement


 

Viral di Medsos Tapal Batas Atinggola, Jebol Warga Anggap Gorontalo Tak serius Lakukan PSBB

Friday


Star7tv.Online, Gorontalo - Gubernur  Gorontalo Rusli Habibie, telah menandatangani Pergub nomor 15 tahun 2020 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Provinsi Gorontalo.

Proses penandatangan ini disiarkan langsung via halaman facebook Humas Provinsi Gorontalo senin (04/05/2020). Peraturan tentang pedoman pelaksanaan PSBB dilaksanakan selama 2 hari yakni Selasa dan Rabu (05-06/I05/2020) serta Penindakan Aturan PSBB Gorontallo mulai berlaku Rabu (07/05/2020), peraturan tersebut akan diterapkan penuh termasuk sanksi bagi pelanggar.

“PSBB di Provinsi Gorontalo akan berlaku selama 14 hari, mulai tanggal 04 mei 2020 sampai dengan tanggal 17 mei 2020,” disampaikan Rusli Habibie pada pidatonya seusai menandatangani Pergub.


Menindak lanjuti kebijakan pemerintah provinsi yaitu pembatasan sosial berskala besar,maka pemerintah daerah gorontalo utara mendeklarasikannya di puncak Pontolo,” ungkap Bupati Indra Yasin (04/05/2020).

Belum cukup 24 jam  sesuai dengan pedoman peraturan penindakan yang berlaku 07 mei 2020, pintu masuk tapal batas Atinggola, Jebol. Hal ini terungkap lewat status salah satu nitizen pukul 23.25 dan pukul 23.27 Wita (07/05/2020), status pertama “ percuma kerja baku jaga dr pagi sampai skrg tapi akhirnya semua dilepas sama dg pasar org2  yg masuk gorontalo malam ini”. Status kedua “akhirnya kosong juga entah kapan PSBB yg sebenarnya diberlakukan”. (disertai foto)


Berbagai tanggapan nitizen bermunculan, menurut ABPB yang punya status menjawab komentar Arsad, ABPB menjawab tidak tahu menahu kenapa mereka dilepas untuk melintas tidak menunggu jadwal yang telah ditetapkan, tiba tiba seperti ayam yang terlepas dari kandang, jawabnya.

Menurut Ruli Sunge, masyarakat Atinggola yang dimintai tanggapannya via chat massenger tentang kejadian ini pukul 02.20 Wita (08/05/2020), mending tidak usah dilaksanakan PSBB, karena memang berdampak pada perputaran ekonomi apalagi torang disulawesi putaran keuangan lambat beda dengan pulau jawa Buat seperti sediakala saja itu aturan, buka tapi diperiksa.

Intinya PSBB itu belum cocok untuk diterapkan, tetangga kita yang disulu saja ba pikir mo lakukan PSBB, ungkap Ruli Saat ini di pertamina atinggola, masyarakat so turun tangan, karena aparat so angkat tangan, kata Ruli dalam inboxnya. (Punk)