Kisah Pilu, Penjual Kue Ramadhan Menara Limboto -->

Advertisement


 

Kisah Pilu, Penjual Kue Ramadhan Menara Limboto

Thursday


Star7tv.Online, Gorontalo - Tak bisa dipungkiri akibat dari dampak Virus Corona telah merembet kemana - mana.



Sejak diberlakukannya work from home (WFH) hingga pembatasan sosial bersekala besar (PSBB) demi pencegahan penyebaran virus tersebut, banyak pedagang kecil atau pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terkena imbas hingga kehilangan pemasukan sama sekali.

Seperti yang dialami Eva, pedagang kue ramadhan yang mengaku pasrah  sebab pendapatannya setiap hari terus menurun, ditambah dengan beberapa kewajiban membayar cicilan modal usaha dari koperasi mingguan membuatnya semakin bingung.

Sebelum ada Virus, saya bisa berjualan dengan omzet Rp 800 ribu setiap hari dengan keuntungan bersih mencapai 40 %, tanda Eva.




Jika tidak laku jualan ini sampai dengan pukul 17.00 Wita, sesuai PSBB dengan batasan waktu yang diberikan untuk melakukan kegiatan.

“Kue ini kami bawa pulang dan kami akan bagikan ke tetangga dekat rumah, Atau bapak wartawan tunggu sampai dengan jam batas tersebut, sebelum pulang kerumah saya persilahkan bapak untuk mengambilnya, ucap Eva dengan serius.

Lain lagi penjual kue yang disamping Eva, mereka kompak menyanyikan lagu kue-kue, kue-kue, katanya obat stress karena pembeli takut keluar rumah.

"Semenjak Corona merebak di Indonesia otomatis segala kegiatan dihentikan. Imbas yang saya rasakan saat ini adalah sangat berat karena pemasukan tidak ada, tetapi kewajiban cicilan, kebutuhan pokok dan lain-lain tetap harus dibayarkan," kata salah seorang pedagang kue ramadhan yang tak mau disebut namanya.

Demi menyambung hidup, terpaksa meminjam sana-sini dan tetap kebingungan untuk membayar utang itu kelak.

"Saat ini saya bertahan dengan pinjaman dari saudara dan teman. Entah kapan saya dapat membayarnya," tambahnya.

Ia berharap pemerintah bisa memberi perhatian pada dirinya dan yang terkena dampak serupa.

"Mohon agar pemerintah juga memperhatikan nasib pengusaha kecil seperti saya," pungkasnya. ( Punk )